CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Kalimantan Tengah (Kalteng) Densus 88 Anti Teror (AT) Polri menggandeng komunitas Sepeda HASI Palangka Raya dalam sosialisasi pencegahan paham kekerasan dan sadistis, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan berlangsung di Kedai Kopi A’long Space, Janah Jari, Kota Palangka Raya.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya Densus 88 AT Polri menekan penyebaran paham radikalisme, kekerasan dan sadistis menyusup masuk kedalam Game Online yang menyasar anak-anak dan generasi muda. Komunitas dipilih sebagai mitra untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat khususnya di lingkungan keluarga.
Katim Pencegahan Satgaswil Kalteng Densus 88 AT Ganjar Satrio, S.Sos., menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentengi anak dari paparan paham berbahaya. Menurutnya, anak-anak memerlukan perhatian dan waktu berkualitas dari keluarga.
“Anak-anak perlu mendapat perhatian dari orang tua dan waktu yang berkualitas dari keluarga agar anak tidak dipeluk oleh paham negatif yang menyusup masuk melalui media sosial dan permainan game online,” ujarnya.
Ganjar mengajak orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak-anak. Ia mengingatkan bahwa media sosial dan game online kerap menjadi pintu masuk penyebaran konten kekerasan dan radikalisme kepada generasi muda.
“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama melindungi anak-anak dari paparan konten negatif. Jangan biarkan gadget menggantikan peran keluarga dalam mendidik anak,” tegasnya.
Densus 88 AT juga mengajak masyarakat melaporkan setiap indikasi penyebaran paham kekerasan dan radikalisme di lingkungan sekitar. Kerjasama antara aparat dan masyarakat dinilai kunci keberhasilan pencegahan di tingkat akar rumput.
Komunitas Sepeda Hasi Palangka Raya menyambut positif kegiatan ini. Mereka berkomitmen menjadi mitra dalam menyebarluaskan informasi pencegahan paham kekerasan kepada anggota keluarga dan masyarakat luas.
Satgaswil Kalteng Densus 88 AT akan terus menggelar sosialisasi serupa dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Target sosialisasi tidak hanya komunitas, tetapi juga sekolah, pesantren, dan organisasi pemuda di Kalimantan Tengah.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan