“Enggak, saya malah bilang ayo demo, tapi yang penting membangun. Kalau enggak, sia-sia terbuang energinya. Kalau membangun kan bagus, sekaligus memberikan solusinya,” tegasnya.
Agustiar juga mengungkapkan, posisi staf ahli gubernur di lingkungan Pemprov Kalteng hingga kini masih kosong, sehingga membuka peluang besar bagi kalangan muda dari kampus untuk terlibat langsung.
“17 sampai 25 orang tidak jadi masalah, sampai sekarang Pak Gubernur belum ada loh staf ahlinya, kalau gubernur lain semua ada kan,” ujarnya.
Ia menekankan, pembangunan Kalteng tidak bisa ditempuh sendiri dan membutuhkan kolaborasi lintas generasi, termasuk mahasiswa yang dinilai masih memiliki idealisme tinggi.
“Untuk membangun Kalteng ini tidak bisa sendiri, jadi perlu sama-sama, perlu kebersamaan, apalagi ini di kalangan pemuda dari kampus,” katanya.
Agustiar berharap, melalui pelibatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengkritik dari luar, tetapi juga mampu memahami tantangan birokrasi dan ikut memberikan solusi nyata bagi kemajuan daerah.
“Anak-anak ini kan kalau di kampus masih idealis. Fungsinya tadi untuk mengawasi kebijakan dan banyak hal,” pungkasnya.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.