CYRUSTIMES.COM, PALANGKA RAYA – Menjelang Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov Kalimantan Tengah (Kalteng), puluhan atlet sepak bola mengikuti latihan sekaligus seleksi tertutup melalui uji tanding melawan Persepun FC dan Bintang Bina Perkasa (BBP) di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Minggu (24/05/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemantauan kesiapan tim sepak bola perwakilan Kota Palangka Raya. Pemantauan dilakukan dengan membagi pemain ke dalam dua kelompok untuk menghadapi Persepun FC dan BBP.

Asosiasi Kota (Askot) PSSI Palangka Raya turut memantau jalannya kegiatan tersebut. Persepun FC menjadi lawan uji tanding dengan komposisi pemain senior, sementara BBP diperkuat sejumlah pemain muda potensial di Palangka Raya dan sekitarnya.

Ketua Askot PSSI Palangka Raya, Fathul Munir, mengatakan pemantauan pemain terus dilakukan dengan memperhatikan berbagai masukan dari banyak pihak. Menurutnya, seluruh proses dilakukan untuk membentuk tim terbaik.

“Kami terus melakukan pemantauan dan mendengarkan berbagai masukan dari semua lapisan. Kami akan terus berusaha yang terbaik untuk tim Porprov sepak bola Kota Palangka Raya,” kata Fathul Munir.

Pelatih tim, Jihad Alief, mengatakan tim kepelatihan tidak hanya melihat hasil akhir pertandingan. Pemantauan juga mencakup kondisi fisik, mental bermain, respons pemain saat menerima tekanan, hingga penerapan sistem permainan.

“Kita tidak melihat hasil, namun melihat permainan tim yang dibangun ini dalam menghadapi tekanan serta mental bermain. Termasuk juga sistem yang diterapkan oleh tim kepelatihan,” ujar Jihad Alief seusai kegiatan.

Jihad menilai para pemain menunjukkan perkembangan positif dalam uji tanding tersebut. Namun, tim pelatih tetap akan meningkatkan fisik dan mental pemain karena daerah lain juga dinilai sedang mempersiapkan diri.

“Kami menilai saat ini semua anak-anak bermain bagus dan fisik meningkat. Namun kami yakin daerah lain juga pasti melakukan persiapan, sehingga kami harus terus menggenjot fisik dan mental anak-anak,” ucapnya.

Dalam laga menghadapi Persepun FC, tim Porprov Palangka Raya tampil menekan dan sempat mencetak gol lebih dulu. Persepun FC kemudian mampu menyamakan kedudukan setelah membangun serangan kolaboratif.

Pertandingan melawan Persepun FC berakhir imbang 1-1. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dalam melihat daya tahan, organisasi permainan, dan respons pemain saat menghadapi tekanan pemain senior.

Sementara saat menghadapi BBP, tim Porprov Palangka Raya mendapat tekanan dari para pemain muda yang tampil cepat dan agresif. Pada babak pertama, tim Porprov masih mampu mengimbangi permainan lawan.

Namun pada babak kedua, BBP meningkatkan tekanan dan berhasil mencetak sejumlah gol. Uji tanding tersebut berakhir dengan skor 4-1 untuk kemenangan BBP.

Manajer tim, Ahmad Hafiez Noorfaizin, mengatakan uji tanding akan terus dilakukan untuk mengukur perkembangan permainan para atlet di lapangan. Ia menyebut tim tetap mengikuti arahan Askot PSSI Palangka Raya dan evaluasi dari jajaran pelatih.

“Uji coba ini terus kami lakukan agar dapat melihat sejauh mana permainan anak-anak di lapangan. Kami percaya dengan tim kepelatihan dan arahan dari Askot PSSI Palangka Raya dalam mengangkat semangat serta masukan dalam permainan tim,” kata Ahmad Hafiez.

Ahmad juga menyampaikan apresiasi kepada klub dan masyarakat yang mendukung proses pembentukan tim sepak bola Porprov Kota Palangka Raya.

“Terima kasih atas dukungan dari semua rekan klub dan masyarakat yang mendukung tim Porprov Kota Palangka Raya. Kami terus berupaya maksimal,” ujarnya.

Pelatih Persepun FC, Seruan Anwar, menilai uji tanding tersebut penting untuk mengukur kesiapan pemain Porprov Palangka Raya. Ia juga memberikan sejumlah masukan kepada tim pelatih terkait aspek yang masih perlu ditingkatkan.

“Uji coba ini sangat bagus untuk anak-anak tim Porprov. Kami respek. Kami juga memberikan masukan kepada tim kepelatihan Porprov mengenai potensi yang harus ditingkatkan untuk pemainnya,” ungkap Seruan Anwar.

Menurut Seruan, tim Porprov Palangka Raya perlu memperbanyak uji tanding agar kekompakan antarpemain semakin terbentuk. Dengan begitu, strategi yang disiapkan tim pelatih dapat diterapkan lebih maksimal.

“Selebihnya itu sudah bagus, memang harus ditingkatkan lagi uji coba biar menambah chemistry pemain serta tim kepelatihan dapat menerapkan strategi yang diinginkan,” katanya.

Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita