Ahli forensik, Ricka Brillianty, menyebutkan bahwa identifikasi terhadap tengkorak tersebut telah dimulai sejak Minggu (13/10/2024). Namun, hasil lebih lanjut masih menunggu pemeriksaan DNA yang diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu bulan.

Sebelumnya, Aditya dilaporkan hilang pada Mei 2024 saat melakukan kegiatan geotagging di hutan Sei Ahas. Meskipun pencarian dilakukan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan melibatkan banyak relawan, upaya tersebut terpaksa dihentikan setelah 10 hari tanpa menemukan jejak.

Informasi mengenai penemuan tengkorak ini awalnya menyebar melalui rekaman video di media sosial, di mana sekelompok orang tampak terkejut saat menemukan jasad tersebut di tengah hutan.

Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan fakta-fakta yang berkaitan dengan penemuan ini dan berharap dapat memberikan kejelasan bagi keluarga Aditya.

Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita