PALANGKA RAYA – Di tengah persiapan menyambut Idul Fitri, masyarakat Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dikejutkan dengan fenomena peningkatan jumlah gelandangan pengemis (Gepeng) di jalanan.

Pengamat Ekonomi dari Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya (UPR) serta Peneliti dari Institute for Economic Research and Training (INTEREST), Suherman memiliki pandangan terhadap adanya fenomena tersebut.

Hut Kalteng 3
Hut Kalteng 6
Hut Kalteng 7
20240510_224655
Idul Adha Erlin Hardi

“Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius tentang keberlangsungan kesejahteraan sosial dan sistem perlindungan yang ada,” kata Suherman kepada cyrustimes, Rabu 3 April 2024.

Menurutnya, Gepeng seringkali memanfaatkan rasa empati orang lain untuk mendapatkan bantuan finansial, meskipun ada keraguan tentang keabsahan profesi mereka. Meski pemerintah daerah telah melakukan penertiban terhadap para pengemis.

WhatsApp Image 2024-05-10 at 19.43.24_7ffe9241
Fairid naparin idul adha
IMG-20240617-WA0075
idul adha barsel

“Sehingga masalah ini tampaknya belum terselesaikan sepenuhnya dan menunjukkan adanya permasalahan kesejahteraan yang mendasar. Fenomena ini menggambarkan bisnis belas kasih yang perlu mendapat perhatian lebih serius,” terang Suherman.

Seringkali, lanjut Suherman memaparkan, para gepeng terkadang menuntut uang secara agresif dari orang-orang yang mereka anggap sebagai target operasi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa, ada standar minimum uang yang diharapkan dari setiap pemberian.

Hut Kapuas Erlin Hardi
PJ BUpati Kapuas, Erlin Hardi ASN Netral