Kinerja DPR mendapat tingkat kepuasan paling rendah dalam survei Poltracking dibanding lembaga negara dan institusi demokrasi lain
CYRUSTIMES, JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR mencatat tingkat kepuasan publik paling rendah dibanding sejumlah lembaga negara dan institusi demokrasi lain dalam survei nasional Poltracking Indonesia, Kamis (04/06/2026). Tingkat kepuasan terhadap kinerja DPR berada di angka 57,3 persen.
Survei dilakukan pada 11–17 Mei 2026 menggunakan metode stratified multistage random sampling. Sampel survei sebanyak 1.220 responden dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Dalam temuan Poltracking, TNI menjadi lembaga dengan tingkat kepuasan publik tertinggi. Angkanya mencapai 78,9 persen.
Lembaga kepresidenan yang mencakup Presiden dan Wakil Presiden berada di angka 70,7 persen. Sementara Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu mencatat tingkat kepuasan sebesar 70,1 persen.
Dibandingkan lembaga tersebut, DPR berada di posisi paling rendah. Tingkat kepuasannya tercatat 57,3 persen.
Poltracking juga mengukur kepuasan publik terhadap peran dan fungsi DPR RI. Hasilnya, rata-rata kepuasan publik terhadap fungsi DPR berada di bawah 60 persen.
Pada fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan, tingkat kepuasan publik tercatat 60,3 persen. Pada penyusunan undang-undang, angkanya berada di 57,2 persen.
Untuk fungsi penyerapan aspirasi publik, tingkat kepuasan berada di angka 56,1 persen. Sementara perumusan rencana anggaran negara mencatat kepuasan terendah, yakni 54,6 persen.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi mengatakan survei tersebut menjadi bagian dari pengukuran kinerja pemerintah, lembaga negara, dan institusi demokrasi.
“Maksud dan tujuan dari survei ini secara umum untuk mengukur kinerja Pemerintah dan Program Prioritas Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka di tengah kondisi geopolitik saat ini, serta berbagai kebijakan yang sudah diambil,” kata Masduri dalam rilis tertulis, Kamis (04/06/2026).
Temuan mengenai DPR menjadi salah satu catatan dalam survei tersebut. Angka kepuasan yang lebih rendah menunjukkan publik memberi perhatian terhadap fungsi pengawasan, legislasi, aspirasi, dan anggaran.
Di sisi lain, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran secara umum masih berada di angka 72,2 persen. Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah tercatat 74,2 persen.
Masduri menyebut persepsi publik masih dapat berubah mengikuti dinamika politik dan isu yang berkembang. Survei ini, kata dia, menjadi potret terbaru pada pertengahan Mei 2026.
“Berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan konstelasi yang akan terus bergulir,” ujar Masduri.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita
