SITUBONDO – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani kawasan hutan, Kelompok Tani Hutan (KTH) Makmur Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, menjalin kerja sama dengan IPB University melalui Fakultas Kehutanan dan Lingkungan.
Kegiatan pelatihan dan pembinaan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas petani dalam teknik pembibitan, penanaman, serta pembuatan pupuk organik untuk tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi.
Pelatihan dilaksanakan di Balai Pertemuan KTH Desa Tambak Ukir dan diikuti oleh puluhan petani hutan, tokoh masyarakat, serta tim tenaga ahli dari IPB University, Sabtu (31/01/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, IPB University telah menyalurkan sebanyak 20 ribu bibit pada tahun 2025. Sementara pada tahun 2026, IPB kembali memberikan bantuan berupa 4 ribu bibit mangga serta 10 ribu bibit kopi jenis robusta dan liberika, yang akan ditanam pada lahan seluas 80 hektare. Adapun total luas kawasan kelola KTH Makmur Desa Tambak Ukir mencapai 203 hektare.
Pelatihan ini digelar sebagai respons atas masih minimnya pemahaman petani terkait teknik pembibitan yang tepat, mulai dari pemilihan batang bawah, teknik sambung pucuk, hingga perawatan bibit pascatanam. Padahal, komoditas hortikultura seperti kopi, mangga, alpukat, hingga kelengkeng memiliki prospek ekonomi menjanjikan, baik untuk pasar domestik maupun ekspor di masa mendatang.
Tenaga Ahli Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Tedi Purnomo, dalam pemaparannya menjelaskan secara langsung teknik pembuatan pupuk organik serta tata cara penanaman bibit tanaman buah kepada para petani hutan.
“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan pelatihan dan pembinaan kepada masyarakat Desa Tambak Ukir terkait pembuatan pupuk organik dan penanaman bibit tanaman buah seperti kopi, kelengkeng, alpukat, mangga, dan petai,” ujar Tedi Purnomo di hadapan para peserta.
Ia juga menegaskan bahwa IPB University tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan.
“Pada tahun 2025 kami telah menyalurkan 20 ribu bibit, dan di tahun 2026 ini kembali kami berikan 4 ribu bibit mangga serta 10 ribu kopi robusta dan liberika dengan luasan tanam 80 hektare. Dalam satu tahun ke depan, kami akan terus memantau perkembangan tanaman tersebut,” ungkapnya.
Tedi menambahkan, pihaknya berharap seluruh materi yang diberikan dapat diimplementasikan secara nyata oleh masyarakat demi meningkatkan produktivitas dan kemandirian petani hutan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas antusiasme masyarakat Desa Tambak Ukir. Semoga tata cara pembuatan pupuk organik dan teknik penanaman yang kami sampaikan dapat diterapkan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Sementara itu, Matrozi, Ketua KTH Makmur Desa Tambak Ukir, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada IPB University beserta tim yang telah hadir langsung memberikan pembinaan dan praktik lapangan.
“Kami sangat berterima kasih kepada IPB University yang telah memberikan edukasi, pendampingan, serta puluhan ribu bibit gratis kepada petani hutan Desa Tambak Ukir,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.