Agustiar juga mengungkapkan, hingga saat ini posisi staf ahli Gubernur Kalteng belum terisi, berbeda dengan provinsi lain yang umumnya telah memiliki staf ahli aktif.
“17 sampai 25 orang tidak jadi masalah, sampai sekarang Pak Gubernur belum ada loh staf ahlinya, kalau gubernur lain semua ada kan,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi lintas generasi, dan idealisme mahasiswa dinilai menjadi aset penting dalam mengawal kebijakan agar tetap berpihak pada masyarakat.
“Anak-anak ini kan kalau di kampus masih idealis. Fungsinya tadi untuk mengawasi kebijakan dan banyak hal,” pungkas Agustiar.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita
Halaman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.