Tentang Kami
  • Nasional
  • Regional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Politik
  • Pendidikan
  • EkoBis
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Food
  • Tekno
  • Hiburan
  • Olah Raga
  • Otomotif
  • Indeks
  • Group Whatsapp
  • Whatsapp Channel
  • Google Berita
  • Video
  • Polling Cyrustimes

Masuk

  • Masuk
  • Beranda
  • Google Berita
  • Indeks
  • Foto
  • Video
  • Group Whatsapp
  • Polling Cyrustimes

Kategori Pilihan

  • Regional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum Kriminal
  • Kesehatan
  • Olah Raga
  • Otomotif
  • Peristiwa

Kerja Sama

  • Mitra Bisnis
  • Cyrustimes.com
  • Headline

Manuver Politik Demokrat: Bentuk Poros Baru Atau Gabung Capres Lain?

Daenk Ukhy - Cyrustimes.com
4 September 2023 11:16
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Foto.Ist

Ia menilai AHY dan Partai Demokrat akan sulit diterima pendukung Ganjar maupun Prabowo karena telah mengusung perubahan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sebagai oposisi, pastinya tidak mudah diterima pendukung Ganjar maupun Prabowo karena mengusung perubahan. Lebih baik kembali rujuk ke Anies lagi,” ujar Arifki kepada CNNIndonesia.com.

Meskipun telah menyuarakan pengkhianatan Nasdem dan Anies, Arifki menilai Demokrat sudah sulit diterima Ganjar dan Prabowo karena tak memiliki cukup daya tawar.

“Daya tawarnya apa? Paling tidak kalaupun dia tidak jadi cawapres dia bisa diuntungkan karena punya efek elektoral yang menonjol dibandingkan harus ke Ganjar atau Prabowo,” katanya.

Selain itu, Arifki juga menilai Demokrat tidak akan mendapat apa-apa apabila bergabung ke Ganjar atau Prabowo. Menurutnya, Ganjar tak terlalu membutuhkan dukungan AHY.

Sedangkan, kata Arifki, Prabowo dikelilingi banyak partai yang membuat jatah AHY akan semakin tipis dalam KIM karena bergabung paling terakhir dibandingkan Golkar dan PAN.

Baca JugaData Quick Count Sudah 90 Persen, Prabowo-Gibran Unggul

“Ganjar tidak terlalu butuh rasanya karena barisan AHY dan Demokrat sebagai oposisi yang dinilai publik tidak akan mudah dilirik sebagai bagian dari Ganjar dan PDIP,” kata dia.

“Sedangkan peluang AHY ke Prabowo kecil karena sudah banyak partai di sana. Partai Demokrat akan kesulitan mendapat ruang. Kalau di Ganjar dan Prabowo enggak dapet cawapres buat apa?” imbuhnya.

Di sisi lain Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan Partai Demokrat punya dua pilihan. Pertama, membujuk PKS membangun koalisi baru dan menarik PPP untuk usung AHY dan Menparekraf Sandiaga Uno.

Halaman
1 2 3
Selanjutnya
  • AHY
  • Demokrat
  • Pilpres 2024
Daenk Ukhy
Penulis

Berita Terkait

Nagari Malampah Barat Raih Penghargaan Nasional di Bidang Keterbukaan Informasi Publik
Jakarta

Nagari Malampah Barat Raih Penghargaan Nasional di Bidang Keterbukaan Informasi Publik

1 tahun yang lalu
Janji Prabowo Usai Terpilih jadi Presiden dan Pesan Bagi Yang Tak Memilihnya
Pemilu 2024

Janji Prabowo Usai Terpilih jadi Presiden dan Pesan Bagi Yang Tak Memilihnya

2 tahun yang lalu
Prabowo – Gibran Menang Telak di Kalteng, 1 Juta Lebih Suara
Palangka Raya

Prabowo – Gibran Menang Telak di Kalteng, 1 Juta Lebih Suara

2 tahun yang lalu
Real Count KPU Prabowo-Gibran Kuasai 71,88% Suara di Kalteng
Pemilu 2024

Hasil Suara Sementara di Kalteng, Prabowo-Gibran Unggul

2 tahun yang lalu
Tentang Kami cyrustimes

Follow Media Sosial Kami

Copyright @ 2026 cyrustimes.com
All right reserved

Exit mobile version