Dana transfer turun dari Rp 4,173 triliun menjadi Rp 2,321 triliun. Penurunan ini berdampak pada kemampuan fiskal daerah dengan defisit anggaran mencapai Rp 266 miliar.
“Meski demikian, kami tetap berupaya menutup defisit anggaran tanpa mengganggu pelaksanaan program prioritas daerah,” ujar Leonard saat menyampaikan pidato gubernur dalam rapat paripurna di DPRD Kalteng, Kamis (15/10/2025).
Leonard memaparkan tren penurunan APBD Kalteng dalam tiga tahun terakhir. APBD 2024 berada di angka Rp 10,2 triliun, turun menjadi Rp 8,3 triliun pada 2025, dan diproyeksikan menjadi Rp 7,3 triliun pada 2026.
“Angka riilnya di tahun 2026 sekitar Rp 5,3 triliun. Ini perlu pengetatan dari kegiatan atau program yang dilakukan Pemprov Kalteng,” tegas Leonard.
Meski mengalami penurunan drastis, Leonard memastikan program prioritas Gubernur Kalteng untuk lima tahun ke depan tetap berjalan. Program Kartu Huma Betang Sejahtera akan tetap dilaksanakan dengan penyesuaian kondisi keuangan daerah pada 2026.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita
