CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk memaksimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan tahun 2026. Anggaran ini disiapkan untuk mengantisipasi ancaman karhutla yang kerap melanda provinsi tersebut.
Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining menjelaskan bahwa anggaran tersebut merupakan gabungan dari Dinas Kehutanan dan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kalteng beserta Unit Pelaksana Teknis. “Kalau anggaran, itu gabungan dengan BPBPK, kemudian UPT-UPT, kurang lebih ada Rp100 miliar, itu untuk Kalteng,” ungkap Agustan saat diwawancarai di Palangka Raya, Senin (2/2/2026).
Dana Rp100 miliar ini sebagian dialokasikan dari Dinas Kehutanan ke BPBPK untuk mendukung kegiatan pengendalian karhutla. Agustan menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan dana kepada BPBD untuk operasional pengendalian kebakaran di lapangan.
Sejak 1 Januari 2026, Dinas Kehutanan telah mendirikan pos komando karhutla di beberapa titik kawasan hutan yang dinilai rawan terbakar. Agustan menyatakan bahwa seluruh Kesatuan Pengelolaan Hutan se-Kalteng diminta melakukan kegiatan pencegahan hingga penanggulangan karhutla.
Terdapat 18 KPH yang tersebar di setiap kabupaten dan kota di Kalteng. Setiap KPH memiliki 15 personel yang bersiaga apabila ditemukan titik api. Ditambah tim pemadam kebakaran Dinas Kehutanan yang beranggotakan 40 orang, total personel siaga mencapai sekitar 320 orang.
“15 kali 18 KPH, artinya itu kurang lebih sekitar 280 orang, kemudian tim Damkar Dishut Kalteng ada 40-an orang,” jelas Agustan.
Berbagai kegiatan pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan seperti patroli hingga pemadaman dini. Agustan mengungkapkan bahwa pemadaman sudah mulai dilakukan karena dalam 10 hari terakhir cuaca di Kalteng panas dan belum turun hujan.
“Meskipun ada hujan, kami dari kehutanan harus tetap siaga, kami sudah dirikan posko di belakang kantor Dinas Kehutanan,” tegasnya.
Kesiapsiagaan ini tidak terlepas dari tingginya risiko karhutla di Kalteng. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalteng telah mendata 84 kecamatan yang masuk kategori berisiko tinggi karhutla berdasarkan Kajian Risiko Bencana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalteng, Indra Wiratama, menyebutkan bahwa 84 kecamatan tersebut tersebar di hampir semua kabupaten dan kota se-Kalteng. Konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Kapuas dan Kotawaringin Timur.
“Tersebar di hampir semua kabupaten/kota se-Kalteng. Paling banyak itu di daerah Kabupaten Kapuas dan Kotawaringin Timur,” ungkap Indra saat diwawancarai di Palangka Raya, Senin (26/1/2026).
Indra menjelaskan bahwa penentuan 84 kecamatan rawan karhutla didasarkan pada kajian potensi bahaya, kerentanan, dan kapasitas daerah dalam menghadapi bencana. Kategori risiko tinggi menunjukkan bahwa potensi bahaya dan kerentanan karhutla tinggi, sementara kapasitas penanganan masih perlu ditingkatkan.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.