Tentang Kami
  • Nasional
  • Regional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Politik
  • Pendidikan
  • EkoBis
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Food
  • Tekno
  • Hiburan
  • Olah Raga
  • Otomotif
  • Indeks
  • Group Whatsapp
  • Whatsapp Channel
  • Google Berita
  • Video
  • Polling Cyrustimes

Masuk

  • Masuk
  • Beranda
  • Google Berita
  • Indeks
  • Foto
  • Video
  • Group Whatsapp
  • Polling Cyrustimes

Kategori Pilihan

  • Regional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum Kriminal
  • Kesehatan
  • Olah Raga
  • Otomotif
  • Peristiwa

Kerja Sama

  • Mitra Bisnis
  • Cyrustimes.com
  • Headline

Stadion Kanjuruhan Malang Saksi Bisu Tragedi 1 Oktober 2022, hingga Sejarah Kerajaan

Dani Ismail - Cyrustimes.com
2 Oktober 2022 17:35
Kerusuhan di stadion Kanjuruhan Malang.(Foto;Istimewa)

Kerajaan Kanjuruhan tertulis dalam prasasti Dinaya yang ditemukan di sebelah barat laut Malang, Jawa Timur. Angka tahunnya tertulis dengan Candrasengkala yang berbunyi Nayama Vayu Rasa atau 682 Caka, setara dengan 760 M.

Mengutip dari buku Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas X tulisan Windriati, S.Pd., isi dari prasasti Dinaya itu menceritakan tentang Kerajaan Kanjuruhan pada abad ke-8 dengan rajanya yang bernama Dewa Simha.

Dewa Simha memiliki seorang putra yang bernama Liswa. Setelah Liswa naik tahta dan menjalani rangkaian upacara abhiseka, namanya berganti menjadi Gajayana.

Selama pemerintahan Gajayana, tempat pemujaan untuk Dewa Agastya didirikan. Kini, bangunan tersebut bernama Candu badut.

Bahkan, disebutkan pula mengenai arca yang terbuat dari kayu cendana yang kemudian diganti menjadi batu hitam. Peresmiannya sendiri dilakukan pada tahun 760.

Raja Gajayana memiliki seorang putri dengan nama Uttejana, ia menjadi pewaris tahta Kerajaan Kanjuruhan bersama suaminya, Pangeran Jananiya.

Baca JugaDuh Gawat! Hasto Sebut Jokowi Ingin Jadi Ketum PDIP

Pemerintahan Kerajaan Kanjuruhan

Pusat pemerintahan Kerajaan Kanjuruhan terletak di Desa Kejuron sekarang ini. Di sebelah utara desa itu, ada Candi Badut yang merupakan peninggalan purbakala Kerajaan Kanjuruhan.

Di bawah pemerintahan Raja Gajayana, kekuasaan Kanjuruhan meliputi daerah lereng timur dan barat Gunung Kawi. Ke utara hingga pesisir laut Jawa.

Keamanan negeri terjamin, tidak ada peperangan, jarang terjadi pencurian dan perampokan karena raja selalu bertindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

Halaman
1 2 3 4
Selanjutnya
  • Arema
  • Arema FC
  • Arema FC Malang
  • Aremania
  • Bali
  • Emil
  • ham
  • hukum
  • Indonesia
  • Jawa Timur
  • Kerusuhan
  • Mahfud
  • Mahfud MD
  • Megawati Soekarnoputri
  • Menko Polhukam Mahfud MD
  • Pacar
  • PD
  • Perampokan
  • peresmian
  • Persebaya
  • Persebaya Surabaya
  • pertamina
  • polisi
  • SEO
  • Stadion Kanjuruhan
  • Stadion Kanjuruhan Malang
  • Tragedi Kanjuruhan
Dani Ismail
Penulis

Berita Terkait

Panen Sawit di Lahan Bersertifikat, Tiga Warga Terancam Penjara
Headline

Panen Sawit di Lahan Bersertifikat, Tiga Warga Terancam Penjara

1 bulan yang lalu
Advokat Soroti Lambatnya Proses Kasus Penggelapan di Kalteng
Hukum Kriminal

Advokat Soroti Lambatnya Proses Kasus Penggelapan di Kalteng

7 bulan yang lalu
GMNI Kalteng Kecam Polisi Jadi Dosen Tamu
Regional

GMNI Kalteng Kecam Polisi Jadi Dosen Tamu

7 bulan yang lalu
Dari Sumenep ke Kalteng Demi “Bisnis Belas Kasih” Menjadi “Pengemis Kaya”
Peristiwa

Dari Sumenep ke Kalteng Demi “Bisnis Belas Kasih” Menjadi “Pengemis Kaya”

10 bulan yang lalu
Tentang Kami cyrustimes

Follow Media Sosial Kami

Copyright @ 2026 cyrustimes.com
All right reserved

Exit mobile version