Bahkan, Dea menerangkan saat masuk ke RSUD dr Soewandhie kondisi kamar sudah pada penuh. Sehingga, ibunya belum mendapatkan kamar, terlebih lagi tidak ditawari langsung ke rujuk rumah sakit lain.

“Saya waktu tahu kamar penuh sampai melas-melas (mohon-mohon),” ucapnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Surabaya sekaligus politisi PKS, Reni Astuti mengatakan bahwa hal ini menjadi perhatian, dari informasi keluarga pasien bahwa mereka menolak merujuk ke RS lain karena kalimat saran dari petugas perawat itu membuat mereka khawatir.

“Ternyata karena keluarga mendapat info kalimat yang membuat khawatir, misal dipindah nanti alat ambulance tidak memadai untuk keselamatan, sehingga kalau ada apa- tidak  turut bertanggung jawab dan membuat keluarga takut,” pungkasnya

Keluarga Asiasi Tolak Saran Rujukan

Peristiwa meninggalnya seorang pasien di RSUD dr Soewandhi Kota Surabaya pada saat antri di Ruang ICU di RS terungkap. RSUD dr Soewandhi sebut keluarga pasien menolak saran rujukan yang diberikan pihak rumah sakit.

Untuk diketahui Asiasi seorang pasien wanita warga Tanah Kali Kedinding Kenjeran Surabaya, dikabarkan meninggal dunia pada saat anti ruang ICU di RS Soewandhi beberapa waktu lalu.

Direktur Rumah Sakit Soewandhie, dr. Billy Daniel Messakh mengatakan bahwa, pihak keluarga tidak mau merujuk ke Rumah Sakit lain.

“Kronologisnya, tanggal 27 Mei dia (Asisai) diterima di IGD Soewandhie. Pas dia datang ke kamar kita sudah penuh. Karena penuh kami tawarkan rujuk ke RS lain, tapi keluarga menolak,” kata dr Billy, Jumat 2 Juni 2023.