“Memang saat kejadian itu terjadi anggota terpaksa melepaskan tembakan peringatan kepada massa untuk mendorong mundur dan membubarkannya. Namun massa melakukan tindakan anarkis dan melawan petugas hingga membakar kios-kios milik warga,” urai Benny.
Pihak kepolisian belum bisa membeberkan berapa jumlah kios dan kerugian materiel yang dialami akibat kericuhan itu. Hal itu disebabkan anggota masih fokus melakukan pengamanan guna mencegah adanya hal-hal yang tak di inginkan terjadi.
“Untuk korban kios-kios jumlahnya berapa yang dibakar kita belum mendapatkan rincikan detailnya. Karena saat ini petugas berupaya untuk mengendalikan situasi Kota Wamena,” imbuhnya.
Sementara Kepala Kepolisian Resor Jayawijaya, AKBP Hesman S Napitupulu menyatakan personel Polres Jayawijaya berupaya menenangkan massa di sana. Akan tetapi, upaya dialog itu gagal, dan massa melempari polisi dengan batu.
“Saat berusaha menenangkan massa, kami diserang dengan batu, sehingga kami memberikan tembakan peringatan untuk memukul mundur massa. Namun tembakan peringatan itu] tidak diindahkan, bahkan massa sampai membakar beberapa bangunan ruko,” kata Hesman.
Menurut Hesman, hingga Kamis malam personel Polres Jayawijaya, Brimob, dan Komando Distrik Militer/1702 Jayawijaya masih berjaga di lokasi tersebut. “Untuk kasus itu, kami selidiki penyebab awal, dan siapa saja dalang membuat kericuhan. Kami masih berupaya menenangkan massa. Untuk kerugian yang ditimbulkan kejadian itu, akan kami dalami,”ujarnya.
Hesman mengimbau, kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya informasi yang belum pasti kebenarannya, sebab reaksi warga bisa berdampak kepada masyarakat luas.(*)

1 Komentar
After reading your article, it reminded me of some things about gate io that I studied before. The content is similar to yours, but your thinking is very special, which gave me a different idea. Thank you. But I still have some questions I want to ask you, I will always pay attention. Thanks.
Komentar ditutup.