Kualitas ketenagakerjaan juga membaik, ditandai meningkatnya proporsi pekerja formal menjadi 49,33 persen dan pekerja penuh waktu mencapai 69,98 persen. Lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian, perdagangan, dan pertambangan.
Dari sisi kesetaraan gender, IKG Kalteng 2025 tercatat sebesar 0,534, turun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan membaiknya kesetaraan gender yang didukung peningkatan partisipasi perempuan dalam pendidikan, legislatif, dan pasar tenaga kerja, termasuk naiknya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan.
Hasil SUPAS 2025 mencatat jumlah penduduk Kalteng mencapai sekitar 2,85 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 1,34 persen per tahun yang cenderung melambat. Struktur penduduk didominasi kelompok usia produktif dengan rasio ketergantungan menurun menjadi 42,62. Angka kematian bayi turun menjadi 16,21 per 1.000 kelahiran hidup, namun proporsi penduduk lanjut usia meningkat menjadi 9,22 persen, mengindikasikan kecenderungan penuaan penduduk di sejumlah wilayah.
Secara keseluruhan, BPS menilai Kalteng berada pada jalur yang cukup stabil dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas sosial. Meski demikian, upaya berkelanjutan dinilai masih diperlukan untuk mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi disparitas antarwilayah di provinsi tersebut.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan