“Minyak goreng kami kuasai sekitar 136.000 liter, gulanya 95 ton ditambah yang sedang dalam perjalanan ini 50 ton, jadi tidak perlu khawatir ketersediaan stok puasa sampai lebaran,” jelasnya.
Budi menyatakan Bulog Kalteng bersama Satgas Pangan Pemprov Kalteng dan pemerintah kabupaten/kota se-Kalteng akan terus memantau ketersediaan pangan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan tidak ada gejolak kenaikan harga selama Ramadan hingga Lebaran.
“Sehingga ramadan sampai lebaran bisa kita jalani dengan tenang tanpa ada gejolak kenaikan harga, kami dan satgas pangan akan terus melakukan pemantauan di lapangan,” jelas dia.
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menegaskan pemerintah provinsi tidak dapat bekerja sendiri dalam mengelola penyediaan dan distribusi kebutuhan pokok. Integrasi dengan berbagai pihak, termasuk Bulog, menjadi kunci keberhasilan pengendalian inflasi.
“Tanpa integrasi dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk BULOG, upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga tidak akan berjalan optimal,” tambahnya.
Pemprov Kalteng memperkuat upaya stabilisasi harga pangan dan menjaga pasokan beras untuk mengantisipasi lonjakan harga pada momentum hari besar keagamaan. Pemerintah daerah menjamin ketersediaan logistik dan kestabilan harga agar kondisi tetap kondusif.
“Pemerintah daerah menjamin ketersediaan logistik dan kestabilan harga. Hal ini penting agar tidak terjadi kepanikan di masyarakat dan kondisi daerah tetap kondusif di tengah kekhidmatan hari besar keagamaan,” tegasnya.
