Dalam sesi diskusi, Rusma mendorong para guru Bahasa Indonesia untuk aktif menulis dan menghasilkan karya. Ia bahkan menyerahkan salah satu bukunya kepada Kadisarpustaka sebagai simbol dorongan terhadap literasi kreatif.
“Langkah kecil ini mudah-mudahan bisa memicu gerakan besar dalam dunia literasi di Kapuas. Kami siap mendukung program berkelanjutan seperti lomba literasi, pelatihan menulis, hingga penerbitan buku karya warga Kapuas,” pungkasnya.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita
Halaman


