Menurut Sutik, fasilitas medis di RSUD Murjani sudah cukup memadai, namun jumlah tenaga kesehatan masih kurang. “Alatnya sudah lengkap, tapi tenaganya yang kurang,” tambahnya.
Sebelumnya, salah satu keluarga pasien berinisial RN (29) mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambatnya proses rujukan. Ia menyebut keluarganya tiba di RSUD Murjani sekitar pukul 18.30 WIB dan dinyatakan harus segera dirujuk ke Palangka Raya, namun proses rujukan baru dilakukan sekitar pukul 04.00 WIB keesokan harinya.
“Kami menunggu lama, cuma diberi oksigen, padahal sudah ada diagnosa dari Hanau,” kata RN.
Tragisnya, pasien meninggal dunia sekitar pukul 00.30 WIB sebelum sempat dirujuk. Ia juga mempertanyakan apakah penggunaan BPJS Kesehatan memengaruhi kecepatan layanan. “Apa karena pakai BPJS, makanya lambat?” ujarnya.
Kasus ini menambah sorotan terhadap pelayanan kesehatan di daerah dan diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem rujukan serta pengawasan terhadap fasilitas kesehatan publik di Kalimantan Tengah.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita
