Namun Rio mengingatkan sejumlah risiko utama. Risiko gelembung ekonomi dapat terjadi jika valuasi aset terlalu mahal. Konsentrasi sektor juga mengancam karena dana institusi cenderung membeli saham yang sama.
“Risiko tata kelola dan kesalahan pengelolaan investasi harus diwaspadai,” tegas Rio. Ia menambahkan bahwa kepercayaan berlebihan investor terhadap fundamental perusahaan dapat memicu moral hazard.
Untuk mengelola risiko secara profesional, Rio merekomendasikan tetap menggunakan analisis nilai wajar seperti rasio harga terhadap laba, model diskon dividen, dan arus kas terdiskon. Investor sebaiknya masuk saat harga diskon, bukan saat euforia berita.
Diversifikasi sektor dan menyimpan kas 20 hingga 30 persen saat valuasi mahal menjadi strategi penting. Rio juga menekankan pentingnya menghindari saham berlikuiditas rendah atau yang rentan manipulasi harga.
“Kebijakan ini bersifat optimis struktural jangka panjang dan memperkuat fondasi pasar modal Indonesia,” simpul Rio. Ia menegaskan pendekatan disiplin berbasis fundamental dan akumulasi bertahap menjadi fokus terbaik bagi investor menghadapi perubahan lanskap investasi nasional ini.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita
