SITUBONDO – Memasuki 10 malam terakhir Ramadan, suasana Pasar Mimbaan Situbondo justru terlihat lesu dan jauh dari keramaian. Kondisi ini membuat para pedagang mengeluhkan penurunan omzet yang dinilai cukup drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan jumlah pengunjung yang datang ke pasar tradisional tersebut hanya sedikit. Lapak-lapak pedagang yang biasanya ramai pembeli saat Ramadan kini terlihat lengang, bahkan sebagian pedagang hanya menunggu tanpa ada transaksi berarti.
Salah satu pedagang sandal, Kiswatul Latifah yang akrab disapa Bak Ifa, mengaku penjualan selama Ramadan tahun ini merosot tajam. Meski sudah mencoba berjualan secara online, hasilnya belum mampu menutup penurunan pembeli di pasar.
“Biasanya kalau Ramadan seperti ini pasar ramai dan barang cepat terjual. Tapi sekarang sepi sekali. Penjualan online juga tidak terlalu membantu karena banyak orang lebih memilih belanja di mal-mal baru yang lebih lengkap sekaligus ada tempat hiburannya,” ungkap Bak Ifa.
Keluhan serupa juga disampaikan Haji Usman, pedagang pakaian di Pasar Mimbaan. Ia mengatakan upaya berjualan secara daring sudah dilakukan, namun tetap tidak mampu mendongkrak penjualan secara signifikan.
“Kami sudah coba jualan online, tapi tidak terlalu efektif. Kebanyakan orang sekarang lebih suka ke mal besar. Selain bisa memilih barang secara langsung, di sana juga ada tempat hiburan,” ujarnya.
Meski kondisi pasar sedang lesu, para pedagang masih berharap ada perhatian dari pemerintah daerah agar Pasar Mimbaan bisa kembali hidup seperti dahulu.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.