OPINI, MAHASISWA – Palangka Raya sekarang sering disebut sebagai “kota maju”. Kedengarannya keren,  membanggakan, bahkan seperti pencapaian besar bagi kota di luar Jawa. Tapi pertanyaannya sederhana: ini benar-benar maju, atau cuma terlihat maju di atas kertas? Jangan sampai label  tinggi, tapi realitas di lapangan masih jalan di tempat.

Di tengah dominasi kota-kota besar di Pulau Jawa, capaian Palangka Raya sebagai salah satu  kota maju di luar Jawa memang layak diapresiasi. Keberhasilan menembus jajaran 13 besar  dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional  (BRIN) bukan sekadar prestasi administratif, tetapi menunjukkan bahwa arah pembangunan kota  ini mulai berada di jalur yang benar.

Dengan skor 4,19, (BRIN 2025) Palangka Raya terlihat  cukup kuat pada sektor kesehatan, infrastruktur, dan pasar tenaga kerja. Data Badan Pusat  Statistik (BPS 2025) juga menegaskan posisinya sebagai kota dengan Indeks Pembangunan  Manusia (IPM) tertinggi di Kalimantan Tengah.

Secara statistik, capaian ini menempatkan Palangka Raya sebagai representasi kemajuan baru di  luar Jawa, kuat dalam indikator dan menjanjikan dalam perencanaan. Namun jujur saja, kalau  cuma kuat di angka tapi belum terasa di kehidupan sehari-hari, wajar kalau orang mulai  meragukan seberapa “maju” kota ini sebenarnya.

Perbandingan Kota Maju dan Non-Maju di Luar Jawa (2026)  

Sumber: Badan Riset dan Inovasi Nasional (2025), Badan Pusat Statistik (2025)