Ditempat yang sama, Dr. Kusnida Indrajaya, S.Sos., M.Si., selaku Pembina BEM UPR, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Program MBKM yang bertujuan memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Selain itu, program ini juga menjadi model baru dalam pemberdayaan masyarakat yang dapat diikuti oleh unit kegiatan mahasiswa (UKM) di UPR.
“Sebagai upaya mewujudkan Program MBKM yang lebih terasa manfaatnya bagi masyarakat, BEM UPR sebagai pelaksana KKN MBKM perdana di UPR berinisiatif untuk menciptakan desa binaan. Harapannya, program ini dapat menjadi model yang berkelanjutan, dengan setiap UKM memiliki desa binaan yang dapat dikelola secara kontinu oleh pengurusnya,” tutup Dr. Kusnida.
Program Lewu Harati diharapkan dapat memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Simpur, serta menjadi contoh bagi program serupa di masa mendatang.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita
