Kini, Antok hanya bisa menelan pil pahit. Uang tabungan yang seharusnya menjadi modal usaha pupus di tangan oknum yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat. Dengan hati hancur, Antok bertekad akan membawa kasus ini ke jalur hukum. Ia berharap ada keadilan dan uangnya bisa kembali.

Sementara itu, upaya awak media untuk mengonfirmasi Kartoyo tidak membuahkan hasil. Panggilan telepon dan pesan WhatsApp tidak direspons, bahkan nomor wartawan diduga ikut diblokir, menambah tebal dugaan penipuan yang dilakukan oleh sang mantri. Kasus ini menjadi cerminan kelam dari penyalahgunaan wewenang dan janji palsu yang menghancurkan mimpi seorang pengusaha kecil.