CYRUSTIMES.COM, PALANGKA RAYA – DPRD Kota Palangka Raya mendorong pemerintah kota mengembangkan bahan baku lokal untuk mendukung produk kerajinan UMKM, Senin (19/01/2026). Anggota Komisi III DPRD, Arif M Norkim, menilai penggunaan bahan khas daerah penting untuk memperkuat identitas produk.

Arif mengatakan, selama ini UMKM di Palangka Raya masih banyak menggunakan bahan baku dari luar daerah, seperti rotan yang berasal dari Kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur, hingga wilayah Barito. Kondisi tersebut dinilai belum mencerminkan kekhasan daerah.

“Memang kita apresiasi pemerintah kota yang membantu UMKM menembus pasar ekspor. Tapi yang jadi pertanyaan, bahan baku rotan itu berasal dari mana,” kata Arif.

Ia menegaskan, Kota Palangka Raya memiliki potensi bahan baku lokal yang bisa dikembangkan. Di antaranya tanaman talipuk atau teratai, ilung, hingga kantung semar yang dinilai memiliki nilai ekonomi jika diolah menjadi kerajinan.

“Kalau kita punya bahan baku sendiri, kenapa harus menggunakan dari luar daerah,” ujarnya.

Menurut Arif, penggunaan bahan khas lokal akan memberikan identitas kuat pada produk UMKM. Hal ini juga dapat meningkatkan daya saing saat dipasarkan ke luar negeri.

“Jadi ada ciri tersendiri, ini produk Palangka Raya. Kalau rotan, bisa saja dari Katingan, Sampit, atau Barito,” katanya.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi langkah pemerintah kota yang telah mendorong UMKM menembus pasar internasional. Menurutnya, hal itu menunjukkan kualitas produk lokal mampu bersaing di tingkat global.

Arif menambahkan, penguatan UMKM harus difokuskan pada pemberdayaan potensi lokal secara utuh. Ia mengingatkan agar produk yang dihasilkan benar-benar mencerminkan identitas daerah, bukan sekadar olahan dari bahan luar.

“Kalau berbicara UMKM, produk lokal harus diberdayakan. Jangan bahan baku dari luar lalu disebut sebagai produk khas Palangka Raya,” tegasnya.

Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita