Terkait penyertaan modal, Muhajirin mengungkapkan bahwa dalam enam tahun terakhir belum ada tambahan modal baru.
“Saya agak lupa detailnya, tapi untuk saat ini belum ada penyertaan modal baru. Kita juga belum tahu posisi struktur APBD kita, masih bersifat global,” katanya.
Ia menambahkan, dalam kondisi fiskal yang terbatas, pemerintah daerah kini lebih memprioritaskan alokasi anggaran untuk kebutuhan mendesak, seperti hibah dan pelayanan publik, ketimbang menambah penyertaan modal pada BUMD yang belum jelas arah bisnisnya. (red)
Halaman
