CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan kecaman keras terhadap pernyataan Anggota DPR RI Ahmad Sahroni yang menyebut “masyarakat tolol” dalam menanggapi polemik rencana aksi 25 Agustus 2025.
Ketua DPD GMNI Kalteng, Maulana, menilai ucapan Wakil Ketua Komisi III DPR tersebut tidak etis dan merendahkan martabat rakyat. Pernyataan itu juga dinilai mencederai nilai demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi wakil rakyat.
“Kami mengecam keras pernyataan Ahmad Sahroni. Rakyat bukan tolol. Justru rakyatlah pemilik kedaulatan tertinggi dalam demokrasi. Wakil rakyat harusnya merendahkan hati, bukan merendahkan rakyat,” tegas Maulana dalam pernyataan sikap yang dikeluarkan Sabtu (24/8/2025).
DPD GMNI Kalteng menilai pernyataan Ahmad Sahroni menunjukkan arogansi politik dan sikap antikritik yang berbahaya bagi kehidupan demokrasi. Sebagai wakil rakyat, anggota DPR semestinya mendengar dan mengakomodasi aspirasi rakyat, bukan melontarkan penghinaan.
Organisasi kemahasiswaan ini menyampaikan tiga tuntutan terkait pernyataan kontroversial tersebut. Pertama, mendesak Ahmad Sahroni menarik ucapannya secara terbuka dan meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.
Kedua, meminta Badan Kehormatan DPR RI memproses Ahmad Sahroni atas pernyataannya yang dinilai tidak mencerminkan etika dan tanggung jawab seorang wakil rakyat.
Ketiga, mengajak seluruh elemen pemuda, mahasiswa, dan masyarakat sipil untuk terus mengawal demokrasi dan menolak segala bentuk pelecehan terhadap aspirasi rakyat.
