DPD GMNI Kalteng menegaskan bahwa kritik rakyat adalah bagian sah dari demokrasi. Mahasiswa dan rakyat adalah subjek perubahan, bukan objek yang bisa dihina dengan sebutan merendahkan.
“Rakyat tidak tolol, rakyat teriak karena merasakan dampak langsung dari setiap kebijakan yang dibuat oleh mereka. Wakil rakyat yang lupa diri, lupa mandat, dan lupa siapa yang memilihnya,” pungkas Maulana.
Pernyataan Ahmad Sahroni yang menyebut wacana pembubaran DPR sebagai “mental orang tertolol sedunia” disampaikan saat kunjungan kerja ke Polda Sumatera Utara, Jumat (22/8/2025) lalu.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita
Halaman
