CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota mendukung penuh implementasi Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), program bantuan sosial terintegrasi berbasis digital yang resmi diluncurkan pada 20 Februari 2026. Permintaan itu disampaikan dalam Rapat Sosialisasi di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Rabu (25/2/2026).

Peluncuran KHBS menandai satu tahun kepemimpinan Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo. Program ini menyalurkan berbagai bantuan sosial mulai dari pangan, bantuan tunai, pendidikan, hingga kesehatan secara terintegrasi dengan prinsip satu keluarga satu kartu, disertai pencatatan elektronik untuk mencegah penerima ganda.

“KHBS adalah bentuk komitmen kami yang tetap memprioritaskan program-program yang menyentuh langsung masyarakat, meskipun saat ini kita menghadapi efisiensi anggaran,” ujar Agustiar. Ia menyebutkan APBD Kalteng 2026 sebesar Rp5,4 triliun, turun signifikan dibanding APBD 2025 yang mencapai Rp10,2 triliun.

Meski anggaran menyusut, Agustiar menegaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas utama, khususnya bagi warga kurang mampu dan yang bermukim di wilayah pedalaman. “Kami tidak ingin melihat ada masyarakat Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah, tidak bisa berobat ketika sakit, dan tidak bisa berdaya secara ekonomi,” tegasnya.

Dalam forum itu, Agustiar mengundang seluruh bupati, wali kota, camat, lurah, hingga kepala desa se-Kalimantan Tengah untuk menyamakan persepsi soal kriteria penerima manfaat, mekanisme distribusi, dan tata cara penggunaan kartu. Ia juga meminta dukungan pemerintah daerah dalam proses verifikasi dan validasi Keluarga Penerima Manfaat sesuai Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).