KAPUAS, CYRUSTIMES.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kapuas memburu waktu. Hampir 800 paket pekerjaan fisik yang tersebar di 17 kecamatan ditargetkan tuntas sebelum 2025 berakhir.

Hingga awal Desember, progres pembangunan mencapai sekitar 80 persen. Sejumlah proyek bahkan telah memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO).

Kepala Dinas PUPR Kapuas, H. Hargatin, S.T., M.T., tampak optimistis. Usai menghadiri upacara HUT Korpri ke-54 Tahun 2025, Senin, (1/12/2025), ia mengatakan seluruh proyek yang dibiayai anggaran murni, efisiensi, hingga perubahan APBD diyakini bisa dikejar dalam sisa waktu 28 hari.

“Khusus pengaspalan dalam kota, paket satu, dua, dan tiga, kami yakin selesai tepat waktu dan tepat mutu,” ujar Hargatin kepada wartawan di Halaman Kantor Bupati Kapuas.

Selain pengaspalan dan pelebaran jalan, PUPR kini memusatkan perhatian pada pemasangan tiang lampu jalan. Proses itu baru bisa dilakukan jika pondasi sudah mengeras sesuai usia beton yang dipersyaratkan.

“Saya berharap tujuh hari sebelum 28 Desember, fisik dan pelaporannya sudah selesai seluruhnya,” kata Hargatin.

Ia mewanti-wanti para kontraktor agar bekerja lebih sigap menambah jam kerja, menambah tenaga, dan memastikan material tersedia. “Ini sudah mendekati akhir tahun, jangan sampai kita kecolongan,” ucapnya.

Beberapa bulan memimpin dinas, Hargatin sudah keluar-masuk berbagai kecamatan. Ia menemukan situasi yang beragam ada pekerjaan yang sudah tuntas, namun tidak sedikit pula yang tertunda akibat cuaca tak menentu.

“Pada kondisi seperti ini kita tidak boleh saling menyalahkan. Kita adalah tim kerja,” katanya menegaskan, menyoroti pentingnya kekompakan antara kontraktor, konsultan pengawas, dan internal dinas.

Ia juga telah menerbitkan surat imbauan mengenai tata tertib pekerjaan menjelang akhir tahun. Bila ada proyek yang tidak selesai sesuai kontrak, pembayaran hanya akan dilakukan berdasarkan progres riil yang sudah diperiksa dan disepakati.

Regulasi sebenarnya memberi ruang perpanjangan waktu hingga 50 hari di luar tahun anggaran. Namun Hargatin memastikan opsi itu tidak akan digunakan.

“Tujuan kita mengurangi beban hutang jangka pendek. Dewan juga ingin tidak ada lagi hutang yang terbawa ke tahun anggaran 2026,” ujarnya.

Keterlambatan pada awal pelaksanaan, ditambah insiden longsor di Kalimantan Selatan yang menghambat suplai batu, turut memperberat pekerjaan.

“Kapuas tidak memiliki sumber material sendiri, jadi kami masih mengandalkan pasokan dari Kalsel. Kontraktor berinisiatif mengambil dari lokasi lain yang sesuai juknis, meski jumlahnya terbatas,” tutur Hargatin.

Di akhir pembicaraan, Hargatin kembali menekankan satu hal, sisa waktu tidak banyak, tetapi kerja bersama membuatnya optimistis. “Yang penting kita kompak. Insya Allah selesai.” (*)