Cyrustimes.com, Jakarta – Bawaslu resmi mengakreditasi 20 lembaga pemantau nasional untuk menguatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi Pemilu 2024 mendatang. Terdapat sejumlah isu yang menjadi fokus pemantauan.

“Bawaslu menyambut baik isu yang menjadi fokus pemantauan lembaga-lembaga pemantau ini, yaitu pemilu akses bagi disabilitas, politisasi SARA, korupsi, politik uang, hoaks, literasi digital, netralitas ASN dan TNI/Polri. Pada pemilu-pemilu terdahulu, isu-isu ini belum menjadi fokus pemantauan,” ujar Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas, Lolly Suhenty dalam keterangannya, Kamis (8/9/2022) dilansir dari detik.com

Hut Kalteng 3
Hut Kalteng 6
Hut Kalteng 7
20240510_224655
Idul Adha Erlin Hardi

Konsolidasi pemantauan tersebut dilakukan secara berkala. Pertama, membahas desain besar pemantauan pemilu. Kemudian, konsolidasi dan penyamaan persepsi alat kerja pemantauan. Terakhir, penguatan kerjasama antara Bawaslu dan lembaga pemantau.

“Penguatan kerja sama dilakukan di antaranya untuk penguatan pendidikan politik, pemantauan tahapan pemilu dan isu krusial, serta penyediaan data untuk riset. Dalam waktu dekat, kerja sama akan ditindaklanjuti melalui penandatanganan nota kesepahaman secara serentak,” jelas Lolly.

WhatsApp Image 2024-05-10 at 19.43.24_7ffe9241
Fairid naparin idul adha
Hut Kapuas Erlin Hardi
PJ BUpati Kapuas, Erlin Hardi ASN Netral

“Ke depan, konsolidasi ini akan dilakukan secara berkelanjutan bagi lembaga pemantau yang baru terakreditasi. Konsolidasi ini dilakukan di seluruh tingkat mulai, termasuk provinsi dan kabupaten/kota,” sambungnya.