Estimasi waktu baca: 3 menit

Kapolres Katingan membenarkan jasad yang ditemukan di Sungai Katingan, Rantau Asem, adalah Aiptu Sumaryanto.

CYRUSTIMES, KATINGAN – Pencarian personel Polres Katingan yang hilang pascaoperasi penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, akhirnya mencapai titik akhir.

Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, membenarkan jasad yang ditemukan di Sungai Katingan, kawasan Rantau Asem, merupakan Aiptu Sumaryanto.

Advertisement

Kepastian itu disampaikan Dodik saat dikonfirmasi Cyrustimes, Minggu, 5 Juli 2026.

Sebelumnya, Cyrustimes meminta konfirmasi terkait lokasi penemuan jasad. Dodik membenarkan lokasi tersebut berada di Rantau Asem.

“Iya mas,” jawab Dodik saat ditanya apakah lokasi penemuan berada di Rantau Asem.

Advertisement

Kapolres juga membenarkan jasad tersebut ditemukan hari ini oleh masyarakat.

“Masyrakat dan Tim,” ujar Dodik saat dikonfirmasi mengenai pihak yang menemukan jasad tersebut.

Saat ditanya mengenai waktu penemuan, Dodik menjawab singkat, “Hari ini.”

Advertisement

Identitas Korban Dipastikan

Dengan konfirmasi itu, identitas jasad yang ditemukan di Sungai Katingan dipastikan sebagai Aiptu Sumaryanto.

Aiptu Sumaryanto sebelumnya dinyatakan hilang bersama Bripda Novandri Ramadhana setelah operasi Satresnarkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei berujung insiden berdarah.

Dalam rangkaian peristiwa tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra lebih dulu gugur dalam tugas. Setelah itu, Bripda Novandri ditemukan meninggal dunia, lalu disusul Aiptu Sumaryanto yang kini juga telah ditemukan.

Advertisement

Dengan temuan ini, seluruh anggota polisi yang sempat hilang dalam operasi penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei telah ditemukan.

Pencarian Resmi Tuntas

Penemuan Aiptu Sumaryanto menandai berakhirnya fase pencarian personel yang sempat hilang di aliran Sungai Katingan.

Sebelumnya, pencarian dilakukan tim SAR gabungan dengan menyisir aliran sungai dan sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.

Advertisement

Operasi pencarian melibatkan unsur Kantor SAR Palangka Raya, kepolisian, BPBD, TNI, dan masyarakat sekitar.

Arus sungai yang deras, jeram, dan air yang keruh menjadi tantangan utama selama proses pencarian.

Tragedi Tumbang Kalemei

Peristiwa ini bermula dari operasi penindakan dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.

Advertisement

Operasi tersebut berubah menjadi tragedi setelah terjadi penyerangan terhadap personel kepolisian. Satu anggota gugur, dua lainnya sempat hilang, dan aparat kemudian melakukan pencarian sekaligus pengembangan kasus penyerangan.

Kasus ini menjadi perhatian luas di Kalimantan Tengah karena tidak hanya menyangkut operasi pemberantasan narkoba, tetapi juga keselamatan aparat di lapangan.

Fokus Bergeser ke Pengusutan Kasus

Dengan ditemukannya seluruh personel yang sebelumnya hilang, fokus penanganan kini semakin mengarah pada pengusutan menyeluruh terhadap insiden penyerangan saat operasi berlangsung.

Advertisement

Polda Kalteng sebelumnya telah mengamankan satu terduga pelaku penyerangan. Polisi juga masih terus mengembangkan perkara untuk memburu pihak lain yang diduga terlibat.

Bagi jajaran Polres Katingan dan Polda Kalteng, penemuan Aiptu Sumaryanto menutup pencarian yang penuh duka.

Namun, di saat bersamaan, peristiwa Tumbang Kalemei meninggalkan pekerjaan besar bagi aparat: mengusut tuntas penyerangan terhadap personel kepolisian dan memastikan seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai hukum.

Advertisement
Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement