Gubernur Agustiar Sabran memberikan arahan bahwa sektor peternakan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional. Ia mendorong perencanaan matang, pelaksanaan konsisten, serta pengawasan berkelanjutan untuk seluruh program peternakan.
“Program ini sangat strategis karena sejalan dengan kebijakan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah daerah harus hadir secara nyata untuk memastikan program peternakan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Agustiar.
Gubernur juga menegaskan pentingnya menjaga kesehatan hewan sebagai bagian dari perlindungan kesehatan masyarakat. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit hewan menular strategis.
“Kita tidak hanya berbicara soal peningkatan produksi, tetapi juga soal keamanan pangan dan kesehatan masyarakat yang harus dijaga bersama,” tegasnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalteng Rendy Lesmana menyatakan, rakor menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi dan langkah teknis di lapangan. Ia menilai arah kebijakan Wakil Gubernur sejalan dengan kebutuhan daerah dalam meningkatkan produktivitas peternakan.
“Melalui rakor ini, kami ingin memastikan seluruh kabupaten dan kota memiliki pemahaman yang sama terkait program prioritas peternakan dan kesehatan hewan tahun 2025,” ungkapnya.
Rendy menegaskan komitmen Dinas TPHP Kalteng memperkuat pendampingan kepada peternak, termasuk pengendalian penyakit hewan seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), African Swine Fever (ASF), dan rabies. Penguatan sistem pencegahan dan respons cepat di lapangan menjadi kunci menjaga stabilitas produksi.
