Berbagai kegiatan pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan seperti patroli hingga pemadaman dini. Agustan mengungkapkan bahwa pemadaman sudah mulai dilakukan karena dalam 10 hari terakhir cuaca di Kalteng panas dan belum turun hujan.

“Meskipun ada hujan, kami dari kehutanan harus tetap siaga, kami sudah dirikan posko di belakang kantor Dinas Kehutanan,” tegasnya.

Kesiapsiagaan ini tidak terlepas dari tingginya risiko karhutla di Kalteng. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalteng telah mendata 84 kecamatan yang masuk kategori berisiko tinggi karhutla berdasarkan Kajian Risiko Bencana.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalteng, Indra Wiratama, menyebutkan bahwa 84 kecamatan tersebut tersebar di hampir semua kabupaten dan kota se-Kalteng. Konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Kapuas dan Kotawaringin Timur.

“Tersebar di hampir semua kabupaten/kota se-Kalteng. Paling banyak itu di daerah Kabupaten Kapuas dan Kotawaringin Timur,” ungkap Indra saat diwawancarai di Palangka Raya, Senin (26/1/2026).

Indra menjelaskan bahwa penentuan 84 kecamatan rawan karhutla didasarkan pada kajian potensi bahaya, kerentanan, dan kapasitas daerah dalam menghadapi bencana. Kategori risiko tinggi menunjukkan bahwa potensi bahaya dan kerentanan karhutla tinggi, sementara kapasitas penanganan masih perlu ditingkatkan.

Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita