Program cetak sawah, yang direncanakan di tujuh kabupaten/kota yaitu Katingan, Kapuas, Pulang Pisau, Barito Selatan, Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Kota Palangka Raya, diharapkan dapat meningkatkan produksi padi secara signifikan. “Dengan potensi yang besar ini, kami optimis ketahanan pangan akan semakin kuat, dan ini akan berdampak positif pada sektor pendidikan di Kalimantan Tengah,” ujar Reza.

Lebih lanjut, Reza menyoroti pentingnya integrasi edukasi ketahanan pangan dalam kurikulum sekolah. “Kami melihat potensi besar dalam mengintegrasikan pemahaman tentang ketahanan pangan ke dalam kurikulum. Dengan demikian, anak-anak sejak dini akan memahami betapa pentingnya sektor ini bagi kehidupan mereka dan masa depan bangsa,” tuturnya.

Dengan adanya sinergi antara ketahanan pangan dan pendidikan, diharapkan Kalimantan Tengah dapat menciptakan generasi yang tidak hanya sehat dan terampil, tetapi juga siap menghadapi tantangan masa depan.

Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita