“Program ETA ini terbuka bagi semua sekolah, dan di Kalteng ada delapan sekolah yang mendaftar. Setelah seleksi, hanya dua yang lolos, yaitu SMA Negeri 2 dan SMKN 3 Palangka Raya,” ujar Rahmi.
Miss Nia sendiri mengaku terkesan dengan kesiapan digital di SMKN 3. “Banyak ruang kelas memiliki papan pintar dan perangkat digital seperti di Amerika. Bahkan penggunaan PowerPoint di sini sangat mirip dengan universitas di negara saya,” katanya.
Digitalisasi penuh di Kalteng disebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat kualitas pendidikan, sekaligus mempercepat transformasi menuju sistem pembelajaran modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita
Halaman
