Kalimantan Tengah- Perseteruan dua Kader Partai Demokrat Kalimantan Tengah (Kalteng) yakni H Nadalsyah alias Koyem dengan HM Sirosako berlanjut.

Jika sebelumnya Koyem dilaporkan lebih dulu oleh Sriosako ke Mapolda Kalteng, kini giliran Koyem melaporkan balik Sriosako dengan pasal Pebuaatan Penistaan dan Berita Hoax.

Laporan yang dilayangkan Koyem dilakukan melalui kuasa hukumnya Rahmadi G Lentam ke Ditreskrimsus Polda Kalteng pada Kamis 15 Juni 2023 kemarin.

Rahmadi menerangkan, pihaknya melaporkan HM Sriosako terkait perbuatan Penistaan dalam Pasal 310 ayat (2) KUHPidana, juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Ada enam pasal yang kita laporkan, pasal-pasal tersebut dimasukan karena sebenarnya, pesan antara keduanya ini bersifat pribadi dan tidak bisa menjadi konsumsi publik” ungkap Rahmadi Jumat 16 Juni 2023.

Selain itu, pasal yang dilaporkan yakni pasal 45 ayat (3), pasal 45 ayat (4), pasal 45 ayat(1), dan pasal 45 b. Rahmadi melanjutkan, ada indikasi mengadu dengan cara memfitnah dan menyebarkan berita bohong atau hoax.

“Sebenernya Koyem sudah bersikap sabar dengan perbuatan yang telah dilakukan Sriosako, ” jelasnya.

Rachmadi menyebut, kliennya menghubungi Sriosako melalui pesan aplikasi, supaya tak ada ribut-ribut. Dan melakukan penyelesaian antara kedua belah pihak.

“Akan tetapi tanggapannya malah justru membawa berkelahi, makanya pasal 317 kita masukkan. Karena di dalamnya ada ancaman kekerasan karena itu melalui pesan singkat whatsapp,” imbuhnya.

“Pihak kita masukkan ITE pasal 45 b. Artinya mengandung ancaman dan kekerasan didalamnya, kemudian sekaligus menyebarkan berita bohong,” jelasnya.

Sebelumnya lanjut dia, Sriosako menyangkut pautkan permasalahan rumah tangganya antara dirinya dengan Wakil Walikota Palangka Raya Umi Mastikah.

“Ada tindakan fatal yang dilakukan oleh terlapor, dengan menyangkutkan permasalahan perceraiannya dengan Koyem yang mampu merusak hubungan rumah tangga dan persepsi publik” sambungnya.

Ia menegaskan, kasus tersebut merupakan urusan personal dari pribadi masing masing, yang tidak menyangkut jabatan Bupati Barito Utara maupun Sebagai Ketua DPD Demokrat Kalteng.

“kalaupun orang mencoba menghubung-hubungkan maka itu wajar-wajar saja, Karena kebetulan beliau Bupati aktif dan masih Ketua DPD Partai Demokrat Kalteng” lanjutnya.

“Makanya aku tegaskan laporannya tidak ada hubungannya dengan itu. Hanya imbas akibat perbuatan si terlapor ini. Menyangkut kredibilitas dan nama baik dia karena dia juga Bupati,” pungkasnya.

Siap Meladeni! Bupati Barito Utara H Nadalsyah Anggap Laporan H Sriosako Hanya Hiburan

Bupati Barito H Nadalsyah alias Koyem menganggap laporan yang dilayangkan H Sriosako alias H Sako kepada dirinya hanya sebuah hiburan.

Untuk diketahui, perseteruan antara Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) H. M Sriosako dengan Bupati Barito Utara H. Nadalsyah berlanjut.

Selasa 6 Juni 2023, Sriosako diketahui kembali mendatangi Markas Polisi Daerah (Mapolda) Kalimantan Tengah dan berencana melaporkan H Nadalsyah dengan pasal Undang-undang ITE

“Silahkan aja dia mau membawa kemana, dan aku siap meladeninya! Aku anggap itu hanya hiburan aja dari H Sako,”beber H Nadalsyah.

Disisi lain terkait laporan itu, Koyem mengaku akan mengikuti aturan hukum yang berlaku di Indonesia. “Aku mengikuti aturan hukum, kalau aku dipanggil aku siap datang memberi penjelasan mekanisme apa pemanggilan kami sebagai pejabat kami ikuti pokoknya aku ikuti aku klarifikasi,”terang Koyem.

Koyem menambahkan perihal pernyataan H Sako yang menyebut bahwa dirinya mengajak duel itu tidak benar. Menurutnya, pesan whatsapp yang dikirim hanya berisikan ajakan untuk bertemu berdua dan tidak perlu membawa orang lain.

“Aku chat dia Ji (H Sako) sampai sudah omongan kamu, nanti setelah hari raya kita berdua saja ketemu, maksud dari bertemu tidak perlu membawa orang lain cukup kita berdua. Maksud saya itu kita bicarakan apa masalah H. Sako sama saya, kalo itu di anggap menentang berkelahi itu tidak ada,”kata Koyem.

Bantah Terlibat Gugatan Cerai Wakil Walikota Palangka Raya, Bupati Barito Utara Bakal Laporkan H Sako UU ITE

Bupati Barito Utara H Nadalsyah alias Koyem Merespons namanya disebut terlibat dalam gugatan cerai Wakil Walikota Palangka Raya, Bupati Koyem mengatakan bakal menuntut balik H Sako.

“Seandainya aku nih mau nuntut dia (H Sako) itu kan masalah dengan istrinya melibatkan nama saya kalau itu malah lebih parah itu undang-undangnya tentang ITE,”ungkapnya.

“Saya tahu karakter H Sako, dia ada masalah sama istrinya bukan hanya sekarang saja, kita tahu dari dulu-dulu cuman kita gak mau membuka aib orang, itu masalah rumah tangga orang gak perlu kita buka aibnya,”tambahnya.

Koyem juga mengatakan Partai Demokrat tidak pernah melakukan penekanan terhadap Wakil Walikota Palangka Raya Umi Mastikah.

“Kita (partai) tidak pernah ada menekan istrinya , partai (Demokrat) tidak pernah melakukan langkah-langkah untuk menekan istrinya,”kata Koyem.

Menurut Koyem pernyataan bahwa Partai melakukan penekanan terhadap Umi Mastikah adalah fitnah.
”Kami itu tidak ingin membesar-besarkan masalah dalam kelompok saya, apa lagi Partai kalau di tuding menekan istrinya itu fitnah,”ujarnya.

Koyem menganggap apa yang di laporkan oleh H Sako bertujuan menjatuhkan namanya dimata masyarakat.

“Saya tau tujuan H Sako itu, yang dilaporkannya itu justru kabur, tidak bisa di teruskan. Saya tau tujuan H Sako agar nama saya jelek di mata masyarakat, dia ada masalah dengan istrinya kenapa harus mengaitkan dengan saya,”jelasnya.

Koyem menyebut saat ini masih menunggu panggilan dari Mapolda Kalteng terkait laporan dari H Sako. Selanjutnya ia bakal melaporkan balik Ketua Komisi IV DPRD Kalteng itu dengan UU ITE.

“Menunggu respons panggilan baru saya akan datang untuk menjelaskan, setelah itu baru saya lapor balik. Bukannya saya takut untuk di panggil,”ungkapnya.

Namun demikian, H Koyem tidak menampik dirinya siap untuk berdamai dengan H Sako.”Kami ini kan sama satu suku Dayak Bakumpai, di group Dayak Bakumpai itu ada satu group itu sama satu keluarga, melihat cekcok saya dengan H Sako, istilah nya orang-orang berusaha ada perdamaian, untuk memperbaiki hubungan saya dengan H Sako, di ajak berdamai saya siap, sebab saya tidak pernah merasa ada masalah dengan H sako. Dan H sako membaca chat itu,”ujarnya lagi.

“Orang-orang tokoh Bakumpai yang ada di group itu ingin menginginkan masalah ini berhenti karena H Sako sendiri ingin membesar-besarkan masalah ini dia membawa saya ke ruang publik sebagai Bupati Barito uUara itu di anggap jelek. Dia ada masalah sama istrinya kenapa membawa nama saya,”pungkas H Koyem.

Penulis: Redaksi