KAPUAS, CYRUSTIMES.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas tampaknya mulai menaruh perhatian serius pada kualitas generasi mudanya. Melalui Disparbudpora, pemerintah daerah menggelar Sosialisasi Pemuda di GPU Manggatang Tarung, Kuala Kapuas, Rabu, 3 Desember 2025.

Agenda ini menghadirkan 100 peserta dari organisasi pemuda, sekolah, kampus, hingga komunitas tingkat desa dan kelurahan, sebuah komposisi yang menunjukkan pemerintah ingin menyisir spektrum pemuda seluas mungkin.

Bupati Kapuas yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Budi Kurniawan, tidak ragu memaparkan kekhawatirannya.

Menurut dia, kualitas pemuda hari ini adalah gambaran masa depan bangsa.
“Bangsa yang kuat lahir dari generasi yang kuat. Dan generasi kuat itu harus kritis, berkarakter, dan punya kepekaan sosial,” ujar Budi kepada wartawan usai kegiatan sosialisasi.

Pernyataannya seakan menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah melihat ancaman serius dari derasnya arus informasi yang kian sulit disaring.

Budi menyebut tantangan pemuda di era digital bukan lagi sekadar “melek teknologi”. Yang lebih mendesak ialah kemampuan memilah informasi, mempertahankan integritas, dan tidak hanyut dalam budaya instan.

Ia juga menyinggung minimnya ruang kreativitas yang disediakan pemerintah daerah selama ini. “Saya sudah minta Disparbudpora menambah kegiatan kreatif untuk anak muda. Karya mereka harus bisa menembus tingkat provinsi, bahkan nasional,” tegas Budi.

Ditempat yang sama, Zakia Farida, Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Disparbudpora Kapuas, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan.

Agenda ini dirancang sebagai pintu masuk penyusunan data Indeks Pembangunan Pemuda 2026. Di kegiatan yang digelar ini, pihaknya menyiapkan pelatihan fisik dasar dan kegiatan lanjutan yang akan digelar pada hari Jumat.

“Dari 100 peserta, minimal 50 orang akan ikut pelatihan lanjutan. TNI akan memberikan dasar kepemimpinan, sementara Disbudpar Kalteng dan KNPI menjadi pemateri,” ujar Zakia.

Pemerintah daerah berharap kegiatan ini menjadi titik balik upaya membentuk pemuda Kapuas yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga tahan godaan disinformasi dan agresivitas budaya digital.

“Kami ingin pemuda Kapuas siap bersaing, berkarakter, dan punya arah,” kata Zakia menutup wawancaranya.