CYRUSTIMES.COM, PALANGKA RAYA – Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Palangka Raya, Arif Norkim, menyoroti sistem penanggulangan bencana yang dinilai masih bersifat reaktif, Selasa (17/03/2026). Ia mendorong pemerintah daerah beralih ke pendekatan yang lebih preventif melalui penguatan mitigasi bencana.
Arif mengatakan, selama ini penanganan bencana cenderung fokus pada saat kejadian dan pascabencana, sementara upaya pencegahan belum berjalan optimal.
“Maka dari itu, kami meminta pemerintah ke depan mampu melakukan perubahan paradigma menuju pendekatan yang lebih preventif, terencana, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berharap perbaikan sistem penanggulangan bencana dapat diperkuat melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengurangan Risiko Bencana yang saat ini tengah dibahas.
“Karena penanggulangan dan pencegahan harus dilakukan sebelum bencana datang. Inilah pentingnya mitigasi yang kami harapkan dipertegas melalui perda,” katanya.
Selain itu, Arif menekankan pentingnya penguatan kelembagaan dan koordinasi lintas sektor. Tanpa pembagian peran yang jelas, implementasi kebijakan dinilai berpotensi tidak berjalan efektif.
Ia juga mengingatkan, regulasi tidak boleh berhenti pada aspek normatif dan administratif, tetapi harus mampu menjadi solusi nyata di lapangan.
“Mengatasi bencana harus kuat, mulai dari kesiapan anggaran, sumber daya manusia, hingga program yang terencana, semua lini harus berperan aktif,” pungkasnya.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita

Tinggalkan Balasan