Estimasi waktu baca: 4 menit

Kualitas Udara Makin Berbahaya

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA Kondisi udara di Kota Palangka Raya memburuk drastis pada Minggu (13/9/2026) sore. Indeks kualitas udara atau AQI dari stasiun darat tercatat mencapai 903 dengan kategori Berbahaya, sementara jarak pandang di kawasan Bandara Tjilik Riwut hanya sekitar 300 meter akibat asap.

Dashboard Karhutla Kota Palangka Raya yang diperbarui Minggu petang mencatat AQI 903, sebanyak 3.369 deteksi titik panas di Kalimantan Tengah, serta 442 deteksi di wilayah Kota Palangka Raya. Data yang sama mencatat 91 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) berdasarkan laporan delapan puskesmas.

PM2.5 Dorong AQI Palangka Raya ke Level Berbahaya

Data stasiun darat pada pukul 17.00 WIB menunjukkan parameter PM2.5 mencatat indeks 903. Posisi stasiun berada sekitar 3,3 kilometer dari pusat Kota Palangka Raya.

Dashboard mengategorikan kondisi tersebut sebagai Berbahaya. Angka yang ditampilkan merupakan sub-indeks polutan, bukan konsentrasi PM2.5 dalam satuan mikrogram per meter kubik.

Kondisi asap juga berdampak nyata terhadap jarak pandang. Pengamatan Direktorat Meteorologi Penerbangan BMKG di Bandara Tjilik Riwut pada pukul 17.30 WIB mencatat jarak pandang hanya 300 meter dan dikategorikan sangat buruk serta berasap.

Angka tersebut menjadi salah satu indikator paling serius memburuknya kondisi atmosfer Palangka Raya pada Minggu sore, terutama bagi aktivitas transportasi serta masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.

442 Deteksi Titik Panas di Palangka Raya

Dalam periode pemantauan dashboard, terdapat 442 deteksi titik panas atau sekitar 144 lokasi yang tersebar di Kecamatan Bukit Batu, Sabangau, Jekan Raya, Rakumpit dan Pahandut.

Deteksi titik panas terakhir tercatat pada 13 September 2026 pukul 14.39 WIB menggunakan satelit NASA-MODIS/TERRA-AQUA.

Sebaran terbanyak berada di sejumlah kelurahan, yakni Marang 126 deteksi, Bukit Tunggal 122, Kereng Bengkirai 46, Sabaru 29, Tumbang Tahai 20, Petuk Bukit 20, Kalampangan 20, dan Petuk Katimpun 18 deteksi.

Titik lain terpantau di Habaring Hurung, Sei Gohong, Bukit Sua, Petuk Barunai, Tanjung Pinang, Panarung, Mungku Baru, Pager, Bereng Bengkel dan Gaung Baru.

Perlu dicatat, tingkat kepercayaan hotspot menunjukkan seberapa yakin satelit mendeteksi anomali suhu dan bukan ukuran luas maupun tingkat keparahan kebakaran.

Kalteng Catat 3.369 Deteksi Titik Panas

Secara keseluruhan, Kalimantan Tengah mencatat 3.369 deteksi titik panas atau sekitar 1.294 lokasi, terdiri atas 111 deteksi tingkat kepercayaan tinggi, 3.213 menengah, dan 45 rendah.

Berdasarkan atribut wilayah SiPongi, Pulang Pisau menjadi daerah dengan jumlah tertinggi, yakni 1.138 titik, disusul Kota Palangka Raya 428, Katingan 369, Kotawaringin Timur 364, Kapuas 301, Kotawaringin Barat 205, dan Barito Selatan 162.

Kemudian Seruyan 102, Murung Raya 82, Sukamara 68, Gunung Mas 61, Barito Utara 49, Barito Timur 33 dan Lamandau tujuh titik.

Perbedaan angka Palangka Raya antara 442 pada ringkasan dashboard dan 428 dalam tabel kabupaten/kota terjadi karena metode penghitungan yang berbeda. Ringkasan kota memakai geometri batas kelurahan ditambah titik di sekitar radius 2,5 kilometer, sedangkan tabel menggunakan atribut wilayah dari SiPongi.

ISPU Nasional Juga Tunjukkan Tekanan Berat di Kalteng

Data pemantauan ISPU Kementerian Lingkungan Hidup yang ditampilkan sekitar pukul 18.07 WIB juga menunjukkan sejumlah wilayah Kalteng berada pada kondisi serius.

Stasiun Kabupaten Gunung Mas tercatat memiliki ISPU 775, sedangkan Kabupaten Barito Selatan mencapai 759. Stasiun Mobile AQMS BPBD Provinsi Kalimantan Tengah di kawasan Bukit Tunggal, Palangka Raya, mencatat ISPU 300.

Data ISPU tersebut tidak dapat dibandingkan langsung satu per satu dengan angka AQI 903 pada Dashboard Karhutla Palangka Raya karena berasal dari stasiun, waktu pengukuran, parameter, serta sistem indeks yang berbeda.

Namun, keduanya sama-sama memperlihatkan tekanan pencemaran udara yang sangat tinggi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah pada Minggu sore.

91 Kasus ISPA Dilaporkan Delapan Puskesmas

Dampak kesehatan juga mulai terlihat. Data per 12 September 2026 mencatat 91 kunjungan penderita ISPA dari delapan dari total 11 puskesmas di Palangka Raya.

Kasus terbanyak dilaporkan Puskesmas Kayon sebanyak 19 kasus, Bukit Hindu 17, Pahandut 12, Menteng 12, Jekan Raya 10, Panarung sembilan, Kalampangan tujuh dan Marina Permai lima kasus.

Tiga puskesmas yang belum menyampaikan laporan pada tanggal tersebut adalah Kereng Bangkirai, Rakumpit dan Tangkiling.

Angka tersebut merupakan jumlah kunjungan penderita ISPA per hari, bukan total akumulatif seluruh penderita selama periode karhutla. Data dihimpun dari 11 puskesmas di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya.

Warga Disarankan Batasi Aktivitas di Luar Rumah

Dalam kondisi AQI kategori berbahaya, masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil serta warga dengan riwayat penyakit pernapasan dan jantung.

Dashboard pemerintah juga merekomendasikan masyarakat tetap berada di dalam rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak, menggunakan masker N95/KN95 secara benar apabila harus keluar, menjaga kualitas udara dalam ruangan serta memperbanyak konsumsi air.

Dengan kualitas udara yang telah masuk kategori berbahaya, jarak pandang hanya 300 meter dan ratusan deteksi titik panas masih muncul di Palangka Raya, perkembangan karhutla serta kondisi kesehatan masyarakat menjadi perhatian serius dalam beberapa hari ke depan.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja