Di sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor Januari 2026 tercatat US$257,07 juta, turun 33,71 persen dibanding Desember 2025 dan turun 13,56 persen dibanding Januari 2025. Ekspor didominasi sektor pertambangan, khususnya batu bara, dengan kontribusi 82,62 persen. Negara tujuan utama antara lain India, Jepang, dan Korea Selatan.

Nilai impor Januari 2026 tercatat US$0,32 juta dan seluruhnya berasal dari sektor nonmigas, terutama mesin dan peralatan mekanik dari Malaysia dan Tiongkok. Dengan capaian tersebut, neraca perdagangan Kalimantan Tengah masih surplus US$256,75 juta.

Pada sektor pariwisata, perjalanan wisatawan nusantara asal Kalimantan Tengah mencapai 1.013.301 perjalanan pada Januari 2026 atau naik 4,62 persen dibanding bulan sebelumnya. Perjalanan wisatawan nusantara tujuan Kalteng tercatat 999.644 perjalanan atau naik 8,36 persen.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang Januari 2026 sebesar 43,58 persen, sedangkan hotel nonbintang 22,47 persen. Jumlah tamu hotel berbintang tercatat 47.217 orang dan nonbintang 114.080 orang, mayoritas tamu domestik.

Di sektor transportasi, penumpang angkutan udara Januari 2026 tercatat 125.548 orang dengan 1.366 penerbangan. Angkutan laut mencatat 651 kunjungan kapal dengan 29.631 penumpang dan total barang 1,40 juta ton.

Secara umum, BPS menilai kondisi ekonomi Kalimantan Tengah pada awal 2026 tetap terjaga, ditandai inflasi yang terkendali dan kenaikan NTP yang mencerminkan perbaikan daya beli petani.

Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita