Densus 88 Edukasi Anti Radikalisme di Kalteng
CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Kalimantan Tengah Densus 88 Antiteror Polri memberikan pembekalan atau edukasi mengenai bahaya penyebaran paham radikal dan Nihilistic Violent Extremism (NVE) kepada lebih dari 18 ribu pelajar dan mahasiswa di Kalimantan Tengah dalam rangka penguatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Kegiatan yang berlangsung secara tatap muka dan virtual melalui Zoom ini mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah serta apresiasi dari Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bagian dari upaya bersama membangun generasi muda yang tangguh terhadap penyebaran paham radikal melalui ruang digital.
Jangkau Lebih dari 18 Ribu Peserta
Program pembekalan dilaksanakan atas kerja sama Satgaswil Kalteng Densus 88 AT Polri dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.
Secara keseluruhan kegiatan menjangkau 18.328 peserta, terdiri atas:
- 1 perguruan tinggi dengan 1.100 mahasiswa;
- 6 SMA/SMK/MA dengan total 2.365 siswa;
- 4 SMP/MTs dengan 863 siswa; dan
- sekitar 14.000 peserta yang mengikuti pembekalan secara virtual melalui Zoom.
Sekolah yang mengikuti pembekalan secara langsung meliputi SMAN 10 Palangka Raya, MAN Palangka Raya, SMAN 3 Palangka Raya, SMAN 2 Palangka Raya, SMKN 1 Palangka Raya, SMKN 2 Palangka Raya, SMPN 9 Palangka Raya, SMP Muhammadiyah, SMP Kristen, serta SMPN 2 Palangka Raya.
Bentengi Generasi Muda dari Radikalisme
Mengusung tema “Bahayanya Penyebaran Paham Radikal dan Nihilistic Violent Extremism (NVE) melalui Media Sosial”, kegiatan ini bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus membangun daya tahan generasi muda terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).
Pembekalan disampaikan oleh Katim Pencegahan Satgaswil Kalteng Densus 88 AT Polri IPTU Ganjar Satriyono, S.Sos., M.AP.
Dalam materinya, Ganjar menjelaskan bahwa terorisme tidak merujuk pada agama tertentu. Menurutnya, siapa pun dapat menjadi sasaran penyebaran paham ekstrem apabila tidak memiliki pemahaman yang benar.
Ia juga mengingatkan bahwa media sosial dan permainan daring (game online) kini menjadi salah satu pintu masuk penyebaran konten kekerasan dan radikalisme yang menyasar kalangan remaja.
Selain itu, peserta diberikan edukasi mengenai fenomena True Crime Community (TCC) sebagai contoh berkembangnya komunitas digital yang mengandung unsur kekerasan sehingga diperlukan kewaspadaan dan deteksi dini.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh peserta juga diajak memperkuat komitmen terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Kadisdik Kalteng: Pendidikan Karakter Sama Pentingnya dengan Akademik
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menyatakan dukungannya terhadap pembekalan yang diberikan Densus 88 kepada peserta didik.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter serta penguatan wawasan kebangsaan.
“Generasi muda saat ini hidup di era digital dengan arus informasi yang sangat cepat. Karena itu mereka perlu dibekali kemampuan memilah informasi yang benar, memahami nilai-nilai kebangsaan, dan tidak mudah terpengaruh oleh paham yang bertentangan dengan ideologi negara,” ujarnya.
Reza menilai kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Densus 88 merupakan langkah preventif untuk membangun ketahanan pelajar terhadap penyebaran paham ekstremisme yang kini banyak memanfaatkan media sosial.
Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter toleran, cinta tanah air, serta menghargai keberagaman.
“Kami mengapresiasi Densus 88 AT Polri yang telah hadir memberikan edukasi secara langsung kepada peserta didik. Edukasi seperti ini menjadi bekal penting agar anak-anak kita memiliki daya tangkal terhadap berbagai bentuk propaganda, ujaran kebencian, maupun ajakan yang mengarah pada tindakan kekerasan,” katanya.
Ia berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan hingga menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Kadis Kominfosantik: Literasi Digital Jadi Benteng Pencegahan
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Adiah Chandra Sari.
Menurutnya, edukasi mengenai bahaya radikalisme di era digital menjadi semakin penting mengingat media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda.
“Edukasi seperti ini sangat penting karena media sosial menjadi bagian dari kehidupan generasi muda. Literasi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan wawasan kebangsaan agar anak-anak kita tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan maupun paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Adiah mengatakan penyebaran paham ekstrem saat ini tidak lagi dilakukan secara konvensional, tetapi juga melalui berbagai platform digital yang mudah diakses oleh masyarakat.
Karena itu, menurutnya, kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, dan memahami etika bermedia digital menjadi bekal penting bagi generasi muda.
“Media sosial harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk belajar, berkreasi, dan membangun kolaborasi positif. Jangan sampai justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin menyebarkan kebencian, kekerasan, maupun paham ekstrem yang dapat mengancam persatuan bangsa,” katanya.
Ia berharap kegiatan edukasi seperti yang dilaksanakan Densus 88 dapat terus diperluas sehingga semakin banyak pelajar dan mahasiswa yang memiliki pemahaman mengenai bahaya radikalisme serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Kolaborasi antara Densus 88, Dinas Pendidikan, Diskominfosantik, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun ketahanan generasi muda Kalimantan Tengah menghadapi tantangan penyebaran paham radikal di era digital.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.
Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Tinggalkan Balasan