Efektivitas Program HBN dan KHBS terhadap Perekonomian Masyarakat Kalteng
CYRUSTIMES, OPINI – Program Huma Betang hadir dalam berbagai bentuk, di antaranya melalui Huma Betang Night (HBN) sebagai panggung ekonomi kreatif dan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) sebagai program bantuan sosial terintegrasi. Pertanyaannya, sejauh mana kedua program tersebut benar-benar mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat Kalimantan Tengah, atau justru hanya menjadi agenda seremonial semata?
Di tengah struktur ekonomi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang masih bertumpu pada sektor agraris dan usaha mikro, program ini mencoba menghadirkan stimulus ekonomi langsung ke tingkat akar rumput. Namun keberhasilan program tidak dapat diukur hanya dari kemeriahan panggung atau besarnya anggaran yang terserap. Keberhasilan sejati harus terlihat dari meningkatnya pendapatan pelaku usaha kecil serta bertahannya harapan masyarakat terhadap keberlanjutan ekonomi mereka.
Perputaran uang yang mencapai Rp400 juta hingga Rp500 juta per malam di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya bukan sekadar angka statistik. Dampaknya dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Pak Edi, seorang pedagang sosis bakar, mengaku pendapatan kotornya meningkat dari sekitar Rp500 ribu menjadi Rp1 juta saat berjualan di Huma Betang Night. Hal serupa dirasakan Ibu Nindi dari Kelompok Huma Gawin Itah. Omzet hariannya yang biasanya berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu meningkat menjadi sekitar Rp1 juta selama kegiatan berlangsung. Bagi mereka, HBN menjadi ruang yang mampu menghidupkan kembali denyut ekonomi kecil masyarakat.
