JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia (RI) merespons atas situasi Konflik dan Kekerasan di Papua hingga mendesak penegak hukum terkait.

Hal itu berdasarkan keterangan pers dari pihak Komnas HAM yang dirilis pada hari minggu 14 April 2024 dengan nomor 22/HM.00/IV/2024.

Hut Kalteng 3
Hut Kalteng 6
Hut Kalteng 7
20240510_224655
Idul Adha Erlin Hardi

Ketua Komnas HAM RI, Atnike Nova Sigiro mengatakan bahwa Komnas HAM mendorong Penegakan Hukum dan Pendekatan Keamanan yang Terukur di Papua Mencermati situasi konflik dan kekerasan di Papua akhir-akhir ini.

Selain itu, Komnas HAM RI juga mendesak penegakan hukum yang transparan dan akuntabel, khususnya oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) selaku aparat penegak hukum.

WhatsApp Image 2024-05-10 at 19.43.24_7ffe9241
Fairid naparin idul adha
IMG-20240617-WA0075
idul adha barsel

Atnike menyatakan keprihatinan dan memberikan atensi terhadap setidaknya 12 peristiwa kekerasan terjadi di Papua yang menyasar ke anggota TNI/POLRI maupun warga sipil selama kurun waktu bulan Maret dan April 2024.

“Tercatat tidak kurang dari 4 orang warga sipil dan 5 orang anggota TNI/POLRI mengalami luka, 8 orang meninggal dunia, yang terdiri dari 5 orang anggota TNI/POLRI dan 3 warga sipil, yaitu 1 dewasa dan 2 usia anak serta 2 orang perempuan menjadi korban tindak pidana kekerasan seksual (TPKS),” kata Atnike.

Hut Kapuas Erlin Hardi
PJ BUpati Kapuas, Erlin Hardi ASN Netral