Dalam sesi materi, peserta mendapat penjelasan tentang keunggulan BriPadi sebagai bahan bakar alternatif. Briket sekam padi dinilai lebih ekonomis, tahan lama, dan ramah lingkungan dibanding arang konvensional. Mahasiswa juga memaparkan potensi pemasaran untuk kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil.

Lokakarya dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan briket. Prosesnya meliputi penyangraian sekam, penghalusan bahan, pencetakan, pengeringan, hingga pengemasan. Metode praktik memudahkan peserta memahami setiap tahapan secara aplikatif.

Jugry, salah satu warga peserta, mengaku mendapat pengalaman berharga. “Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami jadi tahu cara mengolah limbah menjadi produk bernilai jual dan ramah lingkungan,” katanya.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDG) 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Lokakarya BriPadi membuka peluang usaha baru berbasis pengolahan limbah pertanian di tingkat desa.

Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita