CYRUSTIMES, LAMONGAN – Kelompok Belajar Bersama Kuliah (BBK) 7 Universitas Airlangga (Unair) menggelar pelatihan pembuatan briket dari sekam padi di Balai Desa Bakalrejo, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Rabu (21/1/2026). Lokakarya BriPadi ini bertujuan mengubah limbah pertanian menjadi sumber energi alternatif yang bernilai ekonomis.
Kegiatan diikuti perangkat desa, perwakilan Karang Taruna, dan ibu-ibu PKK dari empat dusun: Singgang, Klubuk, Bakalan, dan Celengan. Desa Bakalrejo dipilih karena memiliki produksi padi tinggi sehingga menghasilkan sekam dalam jumlah besar setiap tahun.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Kelompok BBK 7 Unair, Eleazar Josiah Tirtakusuma, kemudian peserta mendapatkan pemaparan oleh anggota kelompok, Nuni Azizah dan Yohanes Rafhael Cristoper, mengenai BriPadi sebagai briket ramah lingkungan yang lebih ekonomis, memiliki daya bakar lebih lama, dan cocok digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung, mulai dari penyangraian sekam padi, penghalusan bahan, pencetakan briket, pengeringan, hingga pengemasan.
“Selama ini sekam padi belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Namun, jika diolah menjadi briket, tentunya dapat menambah nilai guna dan nilai ekonomis bagi warga setempat,” ujar Yohanes saat diwawancara.
Sekretaris Desa Bakalrejo, Achmad Zainudin yang mewakili Kepala Desa menyambut positif inisiatif mahasiswa tersebut. Ia berharap pelatihan ini dapat berkembang menjadi usaha produktif masyarakat, bukan sekadar kegiatan sesaat.
Dalam sesi materi, peserta mendapat penjelasan tentang keunggulan BriPadi sebagai bahan bakar alternatif. Briket sekam padi dinilai lebih ekonomis, tahan lama, dan ramah lingkungan dibanding arang konvensional. Mahasiswa juga memaparkan potensi pemasaran untuk kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil.
Lokakarya dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan briket. Prosesnya meliputi penyangraian sekam, penghalusan bahan, pencetakan, pengeringan, hingga pengemasan. Metode praktik memudahkan peserta memahami setiap tahapan secara aplikatif.
Jugry, salah satu warga peserta, mengaku mendapat pengalaman berharga. “Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami jadi tahu cara mengolah limbah menjadi produk bernilai jual dan ramah lingkungan,” katanya.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDG) 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Lokakarya BriPadi membuka peluang usaha baru berbasis pengolahan limbah pertanian di tingkat desa.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita

Tinggalkan Balasan