CYRUSTIMES, KASONGAN – Anggota DPD RI, Dr. Agustin Teras Narang, menyoroti persoalan infrastruktur, keterbatasan anggaran, hingga tata ruang sebagai tantangan utama pembangunan di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Hal itu disampaikan Teras Narang usai pertemuan dalam agenda reses dengan unsur pimpinan daerah dan DPRD Kabupaten Katingan, Rabu (29/4/2026), yang membahas tantangan dan peluang pembangunan di wilayah tersebut.

Ia menyebut kondisi infrastruktur, khususnya di wilayah Katingan Hulu, sangat memprihatinkan dengan banyaknya ruas jalan rusak parah serta konektivitas antarwilayah yang masih terbatas.

“Masalah infrastruktur menjadi hal mendasar dan mendesak, terutama di Katingan Hulu. Konektivitas antar wilayah juga masih menjadi tantangan,” ujarnya.

Selain itu, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) turut memperberat upaya pembangunan. Berdasarkan keterangan Sekretaris Daerah Kabupaten Katingan, realisasi APBD dalam empat bulan terakhir hanya sekitar Rp200 miliar untuk membiayai berbagai kebutuhan pemerintahan dan pembangunan.

Kondisi tersebut, menurut Teras Narang, membuat pelaksanaan pembangunan, khususnya infrastruktur, menjadi tidak optimal.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan dalam memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, yang mengatur batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen pada 2027.

Saat ini, belanja pegawai di Kabupaten Katingan telah mencapai sekitar 40 persen, bahkan bisa menyentuh 52 persen jika termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).