Estimasi waktu baca: 3 menit

Mahasiswa menggelar aksi demo di Jakarta dengan membawa tuntutan soal APBN, harga BBM, MBG, Koperasi Merah Putih, dan militerisme sipil.

CYRUSTIMES, JAKARTA – Gelombang aksi mahasiswa kembali berlangsung di Jakarta, Jumat (12/06/2026). Massa dari elemen Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM se-Jabodetabek turun ke jalan membawa sejumlah tuntutan terkait arah kebijakan pemerintah.

Aksi tersebut menyoroti beberapa isu nasional yang belakangan menjadi perhatian publik. Mulai dari pemborosan anggaran negara, kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM, program Makan Bergizi Gratis atau MBG, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, hingga isu militerisme di ranah sipil.

Mahasiswa semula disebut hendak memusatkan aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Namun, aparat kepolisian melakukan pengamanan dan mengarahkan massa agar tidak menjadikan Bundaran HI sebagai titik konsentrasi utama.

Massa kemudian terkonsentrasi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman dan sekitarnya. Sejumlah mahasiswa membawa poster, spanduk, dan menyampaikan orasi secara bergantian.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama. Pertama, mendesak pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.

Tuntutan kedua, mahasiswa meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak. Isu ini menguat di tengah sorotan publik terhadap kenaikan harga BBM nonsubsidi dan tekanan biaya hidup masyarakat.

Ketiga, mahasiswa menuntut penghentian program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Kedua program itu dinilai perlu dikaji ulang karena menyangkut penggunaan anggaran besar dan tata kelola program di lapangan.

Keempat, mahasiswa mendesak penghentian militerisme di ranah sipil. Isu ini disuarakan sebagai bentuk kekhawatiran terhadap meluasnya pelibatan unsur keamanan dalam ruang-ruang sipil dan kebebasan menyampaikan pendapat.

Kelima, mahasiswa menuntut Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah atas sejumlah kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Aksi mahasiswa ini berlangsung di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Kenaikan harga kebutuhan pokok, beban transportasi, dan pelemahan daya beli menjadi isu yang banyak disorot dalam orasi massa.

Mahasiswa menilai pemerintah perlu mengevaluasi arah belanja negara. Mereka meminta APBN digunakan secara lebih tepat untuk kebutuhan publik, bukan untuk program yang dinilai belum menjawab persoalan mendasar masyarakat.

Isu BBM menjadi salah satu tuntutan paling kuat karena berdampak langsung terhadap biaya transportasi, distribusi barang, dan harga kebutuhan pokok. Mahasiswa menilai kenaikan biaya energi dapat memperburuk tekanan ekonomi rumah tangga.

Selain itu, program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih juga menjadi sorotan. Mahasiswa meminta pemerintah membuka ruang evaluasi terhadap efektivitas, transparansi, dan potensi masalah tata kelola dari program tersebut.

Aksi tersebut juga mendapat perhatian karena berlangsung di kawasan strategis ibu kota. Aparat kepolisian melakukan pengamanan untuk mencegah gangguan aktivitas publik dan memastikan demonstrasi berlangsung tertib.

Di sisi lain, mahasiswa menegaskan aksi tersebut merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Demonstrasi ini menjadi sinyal bahwa kelompok mahasiswa mulai mengonsolidasikan kritik terhadap sejumlah kebijakan nasional. Terutama kebijakan yang dianggap berdampak langsung pada rakyat, anggaran negara, dan ruang demokrasi sipil.

Pemerintah diharapkan merespons tuntutan mahasiswa secara terbuka. Sebab, isu yang dibawa dalam aksi tidak hanya menyangkut kebijakan sektoral, tetapi juga arah besar pengelolaan negara dan keberpihakan kepada masyarakat.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.