Estimasi waktu baca: 3 menit

Massa Gerakan Palangka Raya Gelap Tutup Sementara Kantor PLN

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Gelombang protes terhadap pemadaman listrik bergilir yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali memanas. Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palangka Raya, Jalan Ahmad Yani, Selasa (28/7/2026).

Aksi tersebut diwarnai kekecewaan massa setelah General Manager (GM) PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) tidak hadir untuk menemui para demonstran.

Advertisement

Sebagai bentuk protes, massa menutup sementara akses gerbang kantor PLN UP3 Palangka Raya serta memasang spanduk berisi tuntutan agar persoalan pemadaman listrik segera diselesaikan.

GM PLN Tak Hadir, Massa Kecewa

Perwakilan Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap, Fiteli, mengatakan aksi tersebut digelar untuk meminta kepastian solusi atas pemadaman listrik bergilir yang dinilai telah merugikan masyarakat selama berbulan-bulan.

Menurutnya, masyarakat berharap dapat berdialog langsung dengan General Manager PLN UID Kalselteng. Namun harapan tersebut tidak terwujud karena pejabat yang bersangkutan tidak berada di lokasi.

Advertisement

“Harapan kita ada solusi konkret yang diberikan oleh General Manager wilayah. Hari ini kita datang untuk aksi damai, tetapi GM tidak ada menerima kita,” ujar Fiteli kepada wartawan usai aksi.

Ia mengungkapkan, pemberitahuan aksi telah disampaikan kepada pihak PLN sehari sebelum pelaksanaan demonstrasi.

Karena itu, pihaknya menilai tidak ada alasan bagi GM PLN untuk tidak hadir menemui masyarakat.

Tolak Mediasi Lewat Video Call

Dalam kesempatan tersebut, Fiteli menegaskan pihaknya menolak apabila PLN hanya menawarkan komunikasi melalui sambungan video (video call).

Menurutnya, masyarakat menginginkan dialog secara langsung agar seluruh aspirasi dan tuntutan dapat disampaikan tanpa perantara.

“Video call tidak, kita tidak mau. Harus berhadapan langsung bersama masyarakat,” tegas aktivis Perkumpulan Pemuda Nusantara tersebut.

Advertisement

Desak Pencopotan Pimpinan PLN

Selain meminta penghentian pemadaman listrik bergilir, Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada PLN.

Di antaranya meminta pencopotan General Manager PLN UID Kalselteng dan Manajer PLN UP3 Palangka Raya yang dinilai gagal memberikan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat.

Aliansi juga menuntut adanya kompensasi atau ganti rugi atas kerugian yang dialami masyarakat akibat pemadaman listrik yang berkepanjangan.

Menurut massa aksi, gangguan listrik tidak hanya menghambat aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak terhadap pelaku usaha, pelayanan publik, hingga aktivitas pendidikan.

Penutupan Kantor Disebut Bentuk Protes

Menanggapi aksi penutupan sementara gerbang kantor PLN dan pemasangan spanduk di area kantor, Fiteli menegaskan tindakan tersebut bukan merupakan penyegelan.

Ia menyebut langkah itu hanya simbol kekecewaan karena tidak adanya kepastian penyelesaian persoalan maupun kehadiran pimpinan PLN.

Advertisement

“Ini bahasanya bukan penyegelan. Kalau penyegelan itu kewenangan pengadilan. Kami hanya menutup sementara sebagai bentuk protes karena hari ini belum ada titik terang,” jelasnya.

Fiteli juga meminta agar spanduk tuntutan yang telah dipasang tidak dicopot hingga aksi lanjutan selesai dilaksanakan.

Aksi Berlanjut dengan Massa Lebih Besar

Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap memastikan aksi unjuk rasa akan kembali digelar pada Rabu (29/7/2026) dengan jumlah peserta yang lebih banyak.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian terkait pelaksanaan demonstrasi lanjutan tersebut.

Fiteli menegaskan aksi akan terus dilakukan hingga PLN memberikan kepastian penyelesaian terhadap persoalan pemadaman listrik bergilir yang dikeluhkan masyarakat.

“Terserah besok apakah GM hadir atau tidak. Tetapi kalau GM tidak ada, aksi ini akan terus berlanjut sampai ada titik terang atas tuntutan yang kami sampaikan,” pungkasnya.PLN

Advertisement
Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja