Estimasi waktu baca: 6 menit

Palangka Raya Dihimpit Tiga Krisis

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA Warga Kota Palangka Raya menghadapi tiga persoalan sekaligus pada Senin (14/9/2026). Kabut asap kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti kota, antrean bahan bakar minyak (BBM) belum sepenuhnya terurai, sementara aliran listrik di sejumlah kawasan kembali dihentikan akibat gangguan pada sejumlah pembangkit.

Tekanan terhadap aktivitas masyarakat semakin terasa karena persoalan tersebut terjadi hampir bersamaan.

Di tengah udara yang belum pulih akibat karhutla, warga masih harus menghadapi ketidakpastian mendapatkan BBM. Pada saat yang sama, PLN ULP Palangka Raya Timur mengumumkan penghentian sementara aliran listrik selama sekitar tiga jam pada Senin pagi.

Persoalan BBM bahkan memasuki babak baru. Aliansi Masyarakat Resah dijadwalkan menggelar aksi di kantor Pertamina Patra Niaga Palangka Raya pada Senin ini, menyusul antrean SPBU dan kenaikan harga BBM di tingkat pengecer yang terus menjadi keluhan masyarakat.

Kabut Asap Belum Lepas dari Palangka Raya

Kabut asap masih menjadi tekanan serius bagi masyarakat Kota Palangka Raya. Di tengah kualitas udara yang memburuk, kebakaran hutan dan lahan terus bertambah dan tersebar di sejumlah kecamatan.

Berdasarkan data terbaru BPBD Kota Palangka Raya hingga Minggu, 13 September 2026, sejak penetapan status Siaga Darurat Karhutla pada 1 Juni 2026 telah terjadi 529 kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan total luas area terbakar mencapai 1.055,56 hektare.

Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak yakni 345 kejadian, disusul Sebangau 111 kejadian, Pahandut 46 kejadian, Bukit Batu 24 kejadian, dan Rakumpit 3 kejadian.

Data tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan catatan BPBD sebelumnya hingga 8 September 2026 yang mencatat 488 kejadian dengan luas terbakar 1.034,56 hektare. Dalam kurun beberapa hari, jumlah kejadian bertambah 41 kasus, sementara luas lahan yang terbakar bertambah sekitar 21 hektare.

Pada pembaruan penanganan tanggal 13 September, BPBD juga mencatat sedikitnya 66 lokasi penanganan karhutla yang tersebar di wilayah Palangka Raya. Sebagian besar lokasi masih berstatus belum tuntas, antara lain di Bukit Tunggal, Petuk Katimpun, Kalampangan, Kereng Bangkirai, Sabaru, Menteng, Marang, Palangka hingga Panarung.

Dalam laporan harian tersebut, luas lahan yang tercatat terbakar mencapai sedikitnya 0,45 hektare, sementara unsur kesehatan, pencarian dan penyelamatan, logistik serta pos komando tetap disiagakan untuk mendukung operasi lapangan.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa kabut asap yang menyelimuti Palangka Raya bukan sekadar dampak sesaat. Aktivitas karhutla masih berlangsung di banyak titik, sementara akumulasi area terbakar telah menembus seribu hektare.

Antrean BBM Belum Terurai

Tekanan kedua datang dari persoalan BBM.

Antrean kendaraan masih menjadi pemandangan di sejumlah SPBU Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir.

Persoalan tersebut bahkan telah mendapat perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Saat meninjau SPBU Jalan Tjilik Riwut Km 12 pada Kamis (10/9/2026), Gibran meminta pasokan BBM dipastikan tersedia dan antrean tidak kembali terjadi.

Besok tidak boleh antre begini ya. Kita pastikan barangnya ada terus,” kata Gibran ketika berdialog dengan petugas SPBU.

Namun persoalan belum sepenuhnya selesai.

Cyrustimes mencatat antrean membuat sebagian masyarakat memilih membeli Pertalite di tingkat pengecer. Harga Pertalite di sejumlah pengecer bahkan disebut mencapai Rp18.000 per liter.

Kondisi distribusi juga dipengaruhi kabut asap. Jarak pandang yang terbatas sebelumnya dilaporkan menghambat perjalanan mobil tangki dari Fuel Terminal Pulang Pisau menuju Palangka Raya sekitar satu hingga dua jam.

Dengan demikian, dua persoalan yang dihadapi masyarakat sebenarnya saling berkaitan: kabut asap bukan hanya mengganggu kesehatan, tetapi turut menekan distribusi energi.

Pertamina Patra Niaga Bakal Didemo Hari Ini

Situasi BBM kini berkembang menjadi tekanan sosial.

Cyrustimes pada Senin (14/9/2026) melaporkan Aliansi Masyarakat Resah berencana menggelar aksi di kantor Pertamina Patra Niaga Palangka Raya.

Rencana demonstrasi tersebut muncul di tengah keluhan mengenai antrean panjang di SPBU dan meningkatnya harga BBM eceran.

Aksi itu menjadi indikator bahwa persoalan BBM tidak lagi sekadar mengenai waktu tunggu masyarakat mendapatkan Pertalite.

Ketidakpastian pasokan di tingkat SPBU mulai berpengaruh terhadap harga di tingkat pengecer sekaligus memunculkan desakan agar Pertamina memberi solusi lebih konkret terhadap distribusi BBM.

Tiga hari sebelumnya, DPD GMNI Kalimantan Tengah juga telah mendesak pemerintah mengendalikan harga BBM eceran serta memperkuat pengawasan distribusi setelah Pertalite disebut dijual hingga Rp18.000 per liter.

Listrik Ikut Padam, Gangguan Sejumlah Pembangkit

Belum selesai persoalan udara dan BBM, tekanan ketiga datang dari sektor kelistrikan.

PLN ULP Palangka Raya Timur mengumumkan penghentian sementara aliran listrik pada Senin (14/9/2026) mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Yang menjadi perhatian, PLN secara eksplisit menyebut penghentian aliran listrik dilakukan karena adanya gangguan pada sejumlah pembangkit.

Wilayah terdampak mencakup Kanwil Kementerian HAM, Kantor BASARNAS, Kantor BPKP, Jalan Adonis Samad, Kecipir, W Soetedja, Veteran, Lewu Tatau, sebagian Jalan Haka dan Bhayangkara.

Pemadaman juga mencakup Jalan Perintis Cassadova, sebagian Jalan Lamtoro Gung, Jalan Perjuangan, Barito Raya, Ratu Zaleha, Putri Mayang, Perintis Raya dan kawasan sekitarnya.

PLN menyatakan seluruh sumber daya dikerahkan untuk mempercepat proses pemulihan gangguan serta meminimalkan dampaknya kepada pelanggan.

Listrik Padam Saat Warga Justru Butuh Berlindung dari Asap

Pemadaman menjadi semakin terasa karena terjadi saat masyarakat menghadapi kualitas udara buruk.

Ketika kabut asap pekat, aktivitas masyarakat cenderung bergeser ke dalam ruangan. Pada kondisi tersebut, kebutuhan terhadap listrik justru meningkat untuk mendukung pendingin ruangan, kipas, alat penyaring udara, pompa air, komunikasi hingga aktivitas usaha dan pekerjaan.

Karena itu, terhentinya pasokan listrik di tengah episode kabut asap memiliki dampak berbeda dibandingkan pemadaman pada kondisi normal.

Persoalan ini juga kembali memunculkan pertanyaan mengenai keandalan sistem kelistrikan setelah PLN sebelumnya menargetkan pemadaman bergilir berakhir pada 5 Agustus 2026.

Tiga Krisis Pernah Terjadi, Kini Tekanannya Lebih Besar

Situasi kabut asap, antrean BBM dan listrik padam sebenarnya bukan pertama kali terjadi bersamaan.

Cyrustimes pada 9 September telah memberitakan warga Palangka Raya menghadapi kabut asap, antrean panjang SPBU dan penghentian pasokan listrik pada waktu hampir bersamaan.

Namun kondisi Senin ini memiliki perkembangan baru.

Kualitas udara sehari sebelumnya tercatat mencapai AQI 903, persoalan BBM telah berkembang hingga rencana demonstrasi terhadap Pertamina Patra Niaga, sementara PLN menyatakan penghentian pasokan listrik terjadi akibat gangguan pada sejumlah pembangkit.

Dengan kata lain, persoalan yang sebelumnya muncul bersamaan kini berkembang menjadi tekanan yang lebih luas terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dari Wapres hingga Demonstrasi, Persoalan BBM Belum Selesai

Situasi BBM menjadi salah satu bagian paling menarik untuk disoroti.

Hanya beberapa hari sebelumnya, persoalan antrean telah mendapat perhatian langsung Wakil Presiden.

Gibran meminta antrean tidak kembali terjadi dan memastikan barang tersedia. Namun memasuki Senin, keluhan mengenai harga eceran dan antrean masih menjadi isu hingga mendorong rencana aksi masyarakat.

Kondisi tersebut menunjukkan penyelesaian masalah membutuhkan lebih dari sekadar kepastian stok.

Kelancaran distribusi dari terminal BBM, kesiapan SPBU, pengawasan penyaluran hingga kepastian harga yang diterima konsumen menjadi rangkaian persoalan yang perlu ditangani bersama.

Warga Palangka Raya Menunggu Tiga Kepastian

Tiga persoalan yang datang bersamaan membuat masyarakat kini menunggu kepastian dari tiga sektor berbeda.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja