Estimasi waktu baca: 4 menit

Tunanetra Sumbar Tampil di Kategori Umum MTQ Nasional

CYRUSTIMES, PADANG – Keterbatasan penglihatan sejak lahir tidak menghalangi Daffa Hadaya mencintai dan menghafal Al-Qur’an. Siswa MAN 2 Tanah Datar, Sumatera Barat itu telah menyelesaikan hafalan 30 juz dan kini kembali membawa nama daerahnya pada MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang, Jawa Tengah.

Menariknya, Daffa tidak memilih kategori khusus peserta tunanetra. Ia justru mengikuti cabang Hafalan Al-Qur’an golongan 20 juz pada kategori umum, bersaing dengan peserta lainnya dengan penilaian meliputi tahfiz, tajwid dan fasahah.

Pilihan tersebut memperlihatkan kepercayaan diri Daffa terhadap kemampuan yang telah diasahnya sejak kecil.

“Meskipun saya dari lahir sudah tidak bisa melihat. Saya yakin, dengan sungguh-sungguh saya akan bisa,” ujar Daffa di Semarang, Minggu, 13 September 2026.

Hafal 30 Juz Berawal dari Mendengar Suara Masjid

Daffa lahir di Bukittinggi pada 20 Desember 2011 tanpa kemampuan melihat.

Sejak kecil, ia mengenali lingkungan melalui pendengaran, sentuhan, ingatan dan pengalaman. Kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti belajar.

Kedekatan Daffa dengan Al-Qur’an justru berawal dari sesuatu yang sederhana. Ia kerap mendengar lantunan ayat suci dari pengeras suara masjid.

Dari suara-suara itulah ketertarikannya terhadap Al-Qur’an tumbuh. Daffa kemudian mulai menghafal ayat demi ayat hingga akhirnya mampu menyelesaikan hafalan seluruh Al-Qur’an.

“Kalau untuk hafal saja alhamdulillah sudah 30 juz, tapi untuk berlomba masih di 20 juz,” katanya.

Dukungan Orang Tua Jadi Kekuatan Daffa

Perjalanan Daffa tidak terlepas dari dukungan kedua orang tuanya, Mulyandri dan Harmayesi.

Ayahnya merupakan Kepala MTsN 3 Mandailing Tanah Datar, sementara sang ibu berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris.

Menurut Daffa, kedua orang tuanya terus memberikan motivasi sekaligus arahan dalam pendidikan maupun prosesnya mendalami Al-Qur’an.

“Saya juga mendapatkan dorongan dari kedua orang tua. Mereka sangat mendukung, menunjukkan dan mengarahkan,” tuturnya.

Dukungan keluarga tersebut kemudian berjalan beriringan dengan ketekunan Daffa dalam menjaga hafalan serta mengikuti berbagai kompetisi.

Pernah Raih Nilai Sempurna di MHQ ASEAN

Prestasi Daffa tidak hanya tercatat di tingkat daerah.

Pada 2025, ia berhasil meraih juara 1 MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat di Bukittinggi.

Daffa juga menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan menjadi juara 1 Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) se-ASEAN.

Dalam Grand Final MHQ se-ASEAN yang diselenggarakan Yayasan Syekh Ali Jaber pada 2025, Daffa mencatatkan prestasi menonjol dalam kompetisi tersebut.

Namanya juga tercatat sebagai juara pertama kategori 10 juz dalam MHQ ASEAN 2025 yang diselenggarakan Yayasan Syekh Ali Jaber.

Prestasi itu menambah panjang perjalanan Daffa dalam dunia hafalan Al-Qur’an.

Sudah Berprestasi Sejak Usia Sembilan Tahun

Daffa mulai mengikuti kompetisi MTQ sejak berusia sembilan tahun.

Saat mengikuti MTQ tingkat Kabupaten Tanah Datar di Kecamatan Batipuh, ia meraih juara 3 kategori nontilawah.

Pada MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat di Padang Panjang tahun 2021, Daffa kembali membawa pulang prestasi dengan meraih juara harapan 3.

Setahun kemudian ia meraih juara 2 MTQ Kabupaten Tanah Datar pada cabang 1 juz tilawah.

Prestasi lainnya terus menyusul.

Pada Madrasah Fest 2023, Daffa yang saat itu tercatat sebagai siswa MTsN 6 Tanah Datar berhasil meraih juara 2 nasional kategori MHQ 15 juz.

Prestasi tersebut tercatat dalam hasil resmi Madrasah Fest 2023.

Daffa juga pernah meraih juara 2 MTQ tingkat Provinsi Sumbar di Solok Selatan serta juara 1 MTQ Kabupaten Tanah Datar di Pariangan pada cabang 15 juz tilawah.

Tak Hanya Belajar Al-Qur’an

Di luar aktivitas menghafal Al-Qur’an, Daffa tetap mempelajari berbagai bidang ilmu.

Ia memiliki ketertarikan terhadap ilmu sosial dan Bahasa Inggris. Sesekali, Daffa juga menyalurkan kemampuan lain melalui kegiatan bernyanyi.

Menurutnya, mendalami ilmu lain tidak berarti seseorang harus meninggalkan hafalan Al-Qur’an.

Dengan kesungguhan dan kemampuan mengatur waktu, keduanya diyakini dapat berjalan bersama.

“Maaf, selama ini mungkin ada yang mengatakan dengan belajar ilmu lain hafalan Al-Qur’an kita bisa hilang. Saya rasa tidak jika kita sungguh-sungguh,” ujarnya.

Bercita-cita Menjadi Pendakwah dan Guru

Daffa telah memiliki impian untuk masa depannya.

Ia ingin menjadi seorang pendakwah sekaligus guru ilmu sosial.

Baginya, ilmu dan kemampuan yang diperoleh bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang pun menjadi babak baru dari perjalanan panjang tersebut.

Daffa sebelumnya pernah mewakili Sumatera Barat dalam MTQ Nasional di Kalimantan Timur. Meski saat itu belum memperoleh hasil yang diharapkan, pengalaman tersebut menjadi modal untuk kembali tampil di tingkat nasional.

“Sebenarnya saya sudah sempat tampil mewakili Sumbar di MTQ Nasional di Kalimantan Timur, tapi belum beruntung. Doakan kali ini saya bisa tampil maksimal,” harap Daffa.

MTQ Nasional XXXI 2026 secara resmi digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah. Pembukaan berlangsung pada 12 September, sementara rangkaian perlombaan dilaksanakan mulai 13 September 2026.

Di tengah persaingan peserta terbaik dari berbagai provinsi, Daffa membawa cerita tersendiri: menghafal 30 juz tanpa pernah melihat tulisan Al-Qur’an dengan matanya, lalu memilih berdiri dan bersaing di kategori umum pada panggung nasional.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja